Waspada Longsor di Jakarta, BPBD DKI Petakan Wilayah Rawan

BPBD Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gerakan tanah atau tanah longsor di sejumlah wilayah Ibu Kota. Foto: Akun Instagram @bpbddkijakarta.

Waspada Longsor di Jakarta, BPBD DKI Petakan Wilayah Rawan

Nattasya Amani Vrazeti • 14 September 2026 18:57

Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gerakan tanah atau tanah longsor di sejumlah wilayah Ibu Kota. Peringatan dini ini untuk periode September 2026.

“Prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG,” tulis BPBD DKI Jakarta melalui akun Instagram resminya @bpbddkijakarta, Senin, 14 September 2026.
 


Penetapan peringatan tersebut merujuk pada data analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM. Hasil pemetaan mengidentifikasi sejumlah kecamatan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur masuk dalam Zona Menengah potensi gerakan tanah.

Di wilayah Jakarta Selatan, daerah yang berpotensi terdampak meliputi Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan. Sementara di Jakarta Timur, potensi gerakan tanah teridentifikasi di Kecamatan Kramatjati dan Pasar Rebo.

Pada kawasan yang masuk Zona Menengah, gerakan tanah berpotensi terjadi apabila intensitas curah hujan berada di atas normal.

“Terutama mengancam daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau jika lereng di kawasan tersebut mengalami gangguan,” jelas BPBD DKI.


BPBD Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gerakan tanah atau tanah longsor di sejumlah wilayah Ibu Kota. Foto: Akun Instagram @bpbddkijakarta.

BPBD DKI juga memaparkan mengenai kondisi Zona Tinggi, yakni kawasan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana tanah longsor. Pada zona tersebut, curah hujan di atas normal dapat memicu pergerakan tanah baru maupun mengaktifkan kembali titik-titik gerakan tanah lama.

Menyikapi potensi bencana tersebut, BPBD DKI Jakarta mengimbau seluruh aparatur kewilayahan beserta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

“Untuk itu, kepada Lurah, Camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal,” tulis BPBD DKI.

(Fachri Audhia Hafiez)