Sejumlah personel Basarnas melakukan pencarian pada hari kelima operasi pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di perairan Carita, Pandeglang, Banten, Sabtu, 12 September 2026. ANTARA/HO-BASARNAS
Hari Ke-7 Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda: 18 Kapal dan 1 Helikopter Dikerahkan
Lukman Diah Sari • 14 September 2026 10:31
Pandeglang: Basarnas mengerahkan 18 kapal dan satu helikopter dalam operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap delapan warga terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda. Selain itu, wilayah pencarian diperluas hingga 6.649 Nautical Mile (NM) persegi, pada hari ketujuh pencarian, Senin, 14 September 2026.
Kepala Sub-Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengatakan tim SAR memberikan perhatian khusus terhadap area Sektor X karena terdapat sejumlah temuan selama pencarian sejak hari ketiga hingga hari keenam operasi.
"Di Sektor X terdapat beberapa temuan dari hari ketiga sampai keenam, sehingga akan dilakukan penyisiran ulang secara lebih fokus. Karena itu alut (alat utama) diperbanyak di wilayah tersebut," jelas dia, di Pandeglang, Banten, Senin, 14 September 2026, melansir Antara.
Rizky mengemukakan Sektor X memiliki luas area pencarian 831 NM persegi dengan melibatkan KN SAR Tetuka, RIB 02 Banten, KRI Leuser, RBB Pulau Peucang, KP 2016, KP 2013, KP 1003, KP 1012, KP 1010, KP 1007, dan KP URC-Rhan.
Baca Juga :
Selanjutnya Sektor W dengan luas 1.167 NM persegi melibatkan KRI Lepu, KAL Anyer, dan KN SAR Antasena. Sektor U seluas 481 NM persegi dilakukan KP Sanjaya, sedangkan sektor Y seluas 413 NM persegi dilakukan RIB 02 SAR Lampung.
Adapun Sektor H atau udara memiliki luas area pencarian 2.063 NM persegi dan direncanakan dilakukan menggunakan helikopter Dolphin HR-3604 milik Basarnas.
"Luas area pencarian di arus permukaan air hari ini mencapai 4.586 NM persegi, sedangkan area pencarian melalui udara seluas 2.063 NM persegi," papar dia.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto menyampaikan pernyataan di sela Operasi SAR di Pandeglang, Banten, Senin (14/9/2026). ANTARA/Zubi Mahrofi
Selain itu, Tim SAR juga mengantisipasi pencarian melalui jalur darat di sepanjang pesisir mulai dari Pantai Carita hingga Pantai Anyer. Ia menambahkan penyisiran darat di sekitar pulau Gunung Anak Krakatau, seperti Pulau Sertung, Pulau Rakata Besar, dan Pulau Panjang, juga tetap dilakukan.
"Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas peluang menemukan keberadaan delapan warga yang hingga kini masih dalam pencarian," ungkap dia.
Rizky menyampaikan berdasarkan informasi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca pada Senin, 14 September 2026, berawan dengan kecepatan angin sekitar 5-20 knot dari arah tenggara. Sementara tinggi gelombang berkisar 0,5-2,5 meter dengan pergerakan gelombang dari atau menuju arah timur laut.
Dari sisi aktivitas Gunung Anak Krakatau, lanjut dia, berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Hingga saat ini belum terdapat tanda-tanda erupsi kembali.
Sebelumnya, delapan orang yang masih dalam pencarian berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Lima di antaranya merupakan jurnalis yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas. Tiga orang lainnya adalah Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai Anak Buah Kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu.