Pedemo Pro-Pemerintah Iran: “Matilah Amerika! Matilah Israel!”

Demonstran yang mendukung Pemerintah Iran. Foto: Tasnim

Pedemo Pro-Pemerintah Iran: “Matilah Amerika! Matilah Israel!”

Fajar Nugraha • 12 January 2026 19:59

Teheran: Puluhan ribu demonstran pro-pemerintah Iran turun ke jalan setelah seruan dari pejabat Teheran untuk menunjukkan dukungan.

Televisi pemerintah Iran menayangkan gambar demonstran yang memadati Teheran menuju Lapangan Enghelab di ibu kota. Mereka menyiarkan teriakan dari kerumunan yang meneriakkan “Matilah Amerika!” dan “Matilah Israel!” Yang lain berteriak: “Matilah musuh-musuh Tuhan!”

Rekaman langsung menunjukkan kerumunan besar yang menghadiri prosesi pemakaman untuk pasukan keamanan yang tewas di kota Shahrud di provinsi Semnan, dan demonstrasi pro-pemerintah di kota-kota seperti Kerman, Zahedan, dan Birjand yang diadakan “sebagai kecaman terhadap peristiwa terorisme baru-baru ini”.

Penyiar menyebut demonstrasi tersebut sebagai “pemberontakan Iran melawan terorisme Amerika-Zionis”.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh AS dan Israel menghasut “perang teroris” di negara itu, menambahkan “musuh telah salah perhitungan dalam langkah mereka”.

Israel dan Amerika Serikat membombardir situs nuklir dan situs lainnya di Iran secara besar-besaran dalam perang 12 hari pada Juni lalu.

Pada dasanya, Iran bersedia terlibat dalam negosiasi dan diplomasi – posisi yang dipertahankan bahkan selama perang 12 hari setelah diserang oleh Israel, kata seorang analis yang berbasis di Teheran.

Dalam negosiasi tersebut, Iran dan Amerika Serikat akan membahas isu-isu lama tentang senjata nuklir dan sanksi, tetapi masih akan ada perbedaan, kata Abas Islani, seorang peneliti senior di Pusat Studi Strategis Timur Tengah.

“Amerika Serikat menginginkan sesuatu yang lebih dari sekadar isu nuklir. Mereka telah fokus pada kemampuan rudal balistik, yang tampaknya tidak dapat diterima oleh Teheran setelah perang Juni dengan Israel dan Amerika Serikat,” kata Islani kepada Al Jazeera.

“Jadi sangat sulit untuk kembali ke titik temu yang mereka miliki,” ucap Islani.

Posisi pemerintah Iran bahwa agen Mossad berada di balik protes tersebut semakin memperumit situasi – termasuk bagi para demonstran di jalanan yang memprotes kesulitan ekonomi yang parah, tambahnya.

“Itulah yang membuat sulit bagi para pengunjuk rasa untuk didengar. (Hal itu) juga menciptakan kekacauan dan ketidakpastian di negara ini,” pungkas Islani.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)