Mama Yam Kenalkan Pastel Pastry Modern di JJN Season 5, Panelis Soroti Positioning Produk

Owner Mama Yam. Foto: Dok. Metro TV.

Mama Yam Kenalkan Pastel Pastry Modern di JJN Season 5, Panelis Soroti Positioning Produk

Putri Purnama Sari • 14 June 2026 16:58

Jakarta: Usaha kuliner Mama Yam mendapat kesempatan mempresentasikan bisnisnya di program Juragan Jaman Now (JJN) Season 5 Metro TV. Membawa produk pastel pastry modern, pendiri Mama Yam, Marcelina dan Suroto, memperkenalkan inovasi camilan yang menggabungkan cita rasa pastel tradisional dengan tampilan yang lebih modern.

Dalam video profil yang ditayangkan sebelum presentasi, Mama Yam menjelaskan perjalanan bisnisnya yang berawal dari dapur kecil di Tangerang.

Mama Yam menghadirkan pastel pastry dengan kulit spiral berlapis yang renyah di luar dan lembut di dalam. Saat ini, produk tersebut tersedia dalam delapan varian rasa yang menyasar konsumen modern yang menginginkan camilan praktis namun tetap memiliki cita rasa khas.

Tawarkan Investasi Rp450 Juta untuk 20 Persen Saham

Dalam sesi presentasi, Marcelina menjelaskan bahwa bisnis Mama Yam awalnya hanya dibuat sebagai camilan keluarga. Namun, seiring berjalannya waktu, produk tersebut dinilai memiliki potensi untuk berkembang lebih luas.

Model bisnis yang dijalankan saat ini mengandalkan central kitchen dan sistem frozen food. Penjualan terbesar masih berasal dari kanal B2C melalui outlet offline, namun perusahaan juga mulai mengembangkan segmen B2B dan telah menjalin kerja sama dengan sejumlah hotel. Untuk mempercepat pertumbuhan usaha, Mama Yam menawarkan peluang investasi kepada para panelis.

"Kita membutuhkan investasi dana sebesar 450 juta untuk 20 persen equity, di mana kita akan gunakan untuk renovasi, tambahan sewa, kemudian peningkatan SDM dan peningkatan kapasitas produksi," ujar Suroto, dalam tayangan Juragan Jaman Now season 5 Metro TV, yang dikutip Minggu, 14 Juni 2026.

Menurut Marcelina, Mama Yam telah membuktikan sejumlah capaian penting, mulai dari produk yang unik, pasar yang besar, hingga peluang ekspansi secara nasional.
 

Panelis Pertanyakan Diferensiasi Produk


Pastel Mama Yam, dok: Metro TV

Meski mengapresiasi rasa produk yang disajikan, panelis Rex Marindo menilai Mama Yam masih perlu memperjelas keunggulan yang membedakannya dari kompetitor.

Menurutnya, produk seperti pastel relatif mudah ditiru oleh pemain lain yang memiliki modal lebih besar dan kapasitas produksi yang lebih kuat.

Saat Marcelina menjelaskan bahwa keunggulan produk terletak pada tekstur berlapis dan renyah hasil proses penggilingan berulang, Rex menilai jawaban tersebut belum cukup kuat sebagai fondasi diferensiasi jangka panjang.

"Kalau sekadar varian, saya suruh chef di bawah kita yang udah pengalaman 25 tahun bisa buat," kata Rex.

Meski demikian, Rex mengakui kualitas rasa produk Mama Yam cukup baik.

"Anyway, enak ya. Tapi mungkin gorengnya minyaknya kurang pas saja. Kalau nanti gorengnya udah pas, lebih enak sih," lanjutnya.

Reino Barack Soroti Belum Adanya X-Factor

Pandangan serupa juga disampaikan oleh panelis Reino Barack. Menurutnya, Mama Yam memiliki peluang untuk berkembang, namun masih membutuhkan faktor pembeda yang lebih kuat agar mampu menembus pasar yang lebih besar.

Reino menilai dari sisi harga dan rasa produk sudah cukup baik, tetapi masih belum menemukan alasan yang membuat konsumen ingin kembali membeli secara berulang.

"Dari segi harga, rasa, it's okay, cuman belum ada sesuatunya, belum ada x-factor-nya," ujar Reino.

Menurutnya, apabila pertanyaan mengenai positioning dan keunggulan utama produk berhasil dijawab, peluang pertumbuhan Mama Yam akan jauh lebih besar.

Coach Tom Usulkan Kategori Produk Baru

Mentor Tom MC Ifle melihat tantangan utama Mama Yam berada pada cara memposisikan produk di benak konsumen. Menurut Tom, kombinasi antara pastel dan pastry justru berpotensi membingungkan pasar karena konsumen belum memiliki gambaran yang jelas mengenai kategori produk tersebut.

"Ini pastel atau pastry? Karena ini ada kombinasi antara pastel dan pastry," kata Tom.

Ia mengusulkan agar Mama Yam mempertimbangkan pembentukan kategori baru yang lebih mudah dipahami konsumen, serupa dengan konsep curry puff yang sudah dikenal luas.

Meski demikian, Tom menilai bisnis Mama Yam memiliki sejumlah indikator positif.

"Good news-nya adalah repeat order-nya masih oke, lalu kemudian very scalable, bisa diterima dan mengundang rasa penasaran," tambahnya.
 

Strategi Ekspansi dan Outlet Jadi Sorotan

Panelis Sebastian Togelang lebih menyoroti rencana penggunaan dana investasi, khususnya terkait pembangunan outlet dengan biaya yang cukup besar.

Menurutnya, karakter produk Mama Yam lebih cocok untuk konsep takeaway dibandingkan tempat makan yang mengandalkan pelanggan untuk duduk dan menikmati makanan di lokasi.

Sebastian menilai strategi memperluas distribusi melalui kanal B2B atau membuka titik penjualan kecil di berbagai lokasi bisa menjadi opsi yang lebih menarik untuk mendorong pertumbuhan bisnis.

Sementara itu, Irwan Mussry menegaskan pentingnya memperkuat positioning dan nilai utama produk sebelum melakukan ekspansi secara besar-besaran. Menurutnya, produk yang memiliki identitas kuat akan lebih mudah dikembangkan ke berbagai pasar.

Fokus pada Positioning untuk Tumbuh Lebih Besar

Dari sesi pendalaman yang berlangsung, mayoritas panelis sepakat bahwa Mama Yam memiliki produk yang menarik dan potensi pasar yang besar. Namun, tantangan terbesar yang perlu dijawab adalah bagaimana membangun positioning yang jelas dan menciptakan nilai pembeda yang sulit ditiru kompetitor.

Dengan model bisnis frozen food yang sudah berjalan, kerja sama B2B yang mulai berkembang, serta tingkat pembelian ulang yang dinilai cukup baik, Mama Yam dinilai memiliki peluang untuk tumbuh lebih besar apabila mampu menemukan identitas merek yang kuat di benak konsumen.

(Fachri Audhia Hafiez)