Belajar dari Daerah Sukses, Kemendagri Dorong Inovasi Keuangan Daerah

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni. Dokumentasi/ istimewa.

Belajar dari Daerah Sukses, Kemendagri Dorong Inovasi Keuangan Daerah

Deny Irwanto • 9 June 2026 19:57

Jakarta: Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi daerah, pemerintah terus mendorong lahirnya berbagai inovasi untuk memperkuat kemandirian fiskal. Upaya tersebut dinilai penting agar daerah mampu menjaga keberlanjutan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni, menegaskan kemandirian fiskal tidak semata-mata diukur dari besarnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya kemampuan daerah untuk berinovasi dan mencari solusi kreatif juga menjadi faktor penting dalam memperkuat kapasitas fiskal.

"Kemandirian fiskal bukan hanya soal angka, tetapi keberanian daerah untuk berinovasi. Daerah harus berani mencari solusi, menciptakan peluang, dan memanfaatkan seluruh potensi yang dimiliki untuk memperkuat kapasitas fiskalnya," kata Fatoni dalam keterangan pers dikutip, Selasa, 9 Juni 2026.

Fatoni menjelaskan sebagian besar pemerintah daerah saat ini masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Karena itu, daerah perlu terus mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan sekaligus meningkatkan efektivitas dan efisiensi belanja daerah.

Menurutnya pengelolaan keuangan yang sehat akan memberikan ruang yang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.


Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni. Dokumentasi/ istimewa.

"Kondisi fiskal yang kuat akan memberikan ruang yang lebih besar bagi daerah untuk berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sebaliknya, semakin tinggi ketergantungan terhadap dana transfer, maka ruang fiskal daerah menjadi semakin terbatas," ungkap Fatoni.

Selain aspek fiskal, Fatoni menilai kualitas kepemimpinan daerah juga memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan. Kepala daerah yang memiliki visi kuat dan mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan dinilai lebih mudah menghadirkan solusi bagi masyarakat.

"Selain potensi daerah, leadership juga sangat penting. Kepala daerah yang inovatif dan kreatif akan mampu menemukan solusi meskipun dalam kondisi yang sulit," bebernya.

Fatoni mengajak pemerintah daerah tidak ragu belajar dari keberhasilan daerah lain. Menurutnya, banyak inovasi yang dapat direplikasi dan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.

"Daerah yang sukses harus menjadi contoh bagi daerah lain. Kita bisa menerapkan prinsip ATM, yaitu Amati, Tiru, dan Modifikasi. Dengan demikian, inovasi dapat berkembang lebih cepat dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, forum diskusi antardaerah menjadi sarana penting untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah sekaligus memperluas wawasan dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Fatoni juga menegaskan bahwa regulasi yang ada saat ini telah memberikan ruang yang cukup luas bagi pemerintah daerah untuk berinovasi. Karena itu, yang dibutuhkan adalah keberanian dan kemauan untuk memanfaatkan peluang tersebut secara bertanggung jawab.

"Regulasi untuk berinovasi sudah tersedia. Yang diperlukan sekarang adalah keberanian untuk memanfaatkannya. Banyak daerah masih ragu karena tidak paham, dan tidak paham karena tidak belajar," ujarnya.

 

(Deny Irwanto)