Rupiah Dibuka ke Rp17.858/USD

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Dibuka ke Rp17.858/USD

Eko Nordiansyah • 18 June 2026 09:09

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah tertekan saat dolar AS menguat didorong kebijakan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed).

Mengutip data Bloomberg, Kamis, 18 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.858 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 96 poin atau setara 0,54 persen dari Rp17.762 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.748 per USD. Rupiah bergerak melemah dari Rp17.715 per USD pada pembukaan perdagangan kemarin.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Rupiah fluktuatif cenderung melemah

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah pada hari ini. Mata uang Garuda akan bergerak dalam kisaran Rp17.760-Rp17.800 per dolar AS.

Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen eksternal dan domestik yang masih menjadi perhatian pelaku pasar. Dari eksternal, pasar mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran.

"Kesepakatan tersebut, yang mencakup ketentuan yang memungkinkan Iran untuk melanjutkan ekspor minyak dan memperpanjang gencatan senjata sementara negosiasi berlanjut," ujar Ibrahim.

Pelaku pasar juga mencermati hasil rapat kebijakan bank sentral AS atau The Fed yang mempertahankan suku bunga acuannya. Investor juga mencermati proyeksi ekonomi terbaru, termasuk peluang penurunan suku bunga pada akhir tahun.

Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju ke Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada 17-18 Juni 2026. BI sebelumnya menaikkan suku bunga BI Rate untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal.

(Eko Nordiansyah)