Investasi. Ilustrasi Medcom.id
Investasi Diintegrasikan dengan Program Literasi Iklim
M Sholahadhin Azhar • 18 June 2026 13:59
Jakarta: Produk investasi diintegrasikan dengan program literasi iklim, sains, dan teknologi untuk siswa. Program bertajuk Jakarta Weather Detective (U-DETECT Jakarta) itu digelar di SMAN 48 Jakarta.
"Melalui program U-DETECT, kami ingin mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki literasi iklim, kemampuan analisis data, dan kepedulian terhadap isu keberlanjutan yang semakin penting di masa depan," kata Direktur PT IIM, Ria M Warganda, dalam keterangan tertulis, Kamis, 18 Juni 2026.
Program tersebut hasil kolaborasi IIM, Makmur, dan U-INSPIRE Indonesia dalam upaya meningkatkan literasi iklim, sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM) bagi generasi muda. Program itu dirancang untuk melibatkan siswa secara aktif dalam pemantauan lingkungan menggunakan sensor cuaca berbasis Internet of Things (IoT).
Sebanyak 30 siswa yang terbagi dalam 15 kelompok mendapatkan kesempatan untuk mempelajari cara kerja sensor, melakukan pengumpulan data suhu dan kelembapan secara real-time, serta menganalisis kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.
Melalui pendekatan citizen science, para siswa tidak hanya memahami teori perubahan iklim dan fenomena Urban Heat Island (UHI). Tetapi, terlibat langsung dalam proses observasi dan pengolahan data.
Sebanyak 15 sensor cuaca ditempatkan di rumah siswa dan satu titik di lingkungan sekolah untuk menghasilkan data mikroklimat yang lebih representatif.

Program literasi iklim. Foto: Istimewa
Chief Investment Officer PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur), Stefanus Dennis Winarto, menilai program U-DETECT Jakarta menunjukkan investasi dapat berkontribusi. Terutama, dalam menciptakan dampak yang nyata bagi masyarakat.
“U-DETECT Jakarta menjadi salah satu contoh bagaimana partisipasi investor dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Stefanus.
Ketua Pengurus Yayasan U-INSPIRE Indonesia, Giovanni Cynthia, mengatakan program itu dapat jadi model edukasi yang dapat direplikasi di berbagai sekolah lainnya. Serta, dapat berkontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).
"Khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, aksi terhadap perubahan iklim, dan pembangunan kota yang berkelanjutan,” ujar Giovanni.