Satgas Saber Pelanggaran Pangan Nasional sidak ke dua pasar yang ada di Kota Tangerang, yakni Pasar Tanah Tinggi dan Pasar Anyar. (Metrotvnews.com/Hendrik S)
Pantau Pasar, Polri: Harga Sejumlah Komoditas Pangan Mulai Turun
Siti Yona Hukmana • 18 February 2026 21:50
Jakarta: Bareskrim Polri memantau ketersediaan stok dan harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Pemantauan dilakukan dari produsen hingga pasar tradisional.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Edizzon Isir mengatakan, upaya itu dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap pemerintah dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan. Anggota Polri yang diturunkan merupakan Satgas Pangan Polri dari tingkat Bareskrim, Polda dan Polres.
"Bersama-sama dengan kementerian lembaga terkait (Kemenko Pangan, Kementan, Kemendag, Kemendagri, Bapanas RI, Perum Bulog dan Pemerintah) yang tergabung dalam Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan, melakukan pemantauan langsung mulai dari tingkat Produsen, Distributor, Toko Besar/Grosir, Retail Modern, Pasar Rakyat dan Pengecer," kata Johnny saat dikonfirmasi, Rabu, 18 Februari 2026.
Johnny mengatakan pemantauan itu dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga terhadap 14 komoditas pangan. Baik sesuai harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan pembelian (HAP) dan antisipasi pelanggaran keamanan maupun mutu pangan.
Menurutnya, pemantauan dilakukan selama dua pekan di 18.628 titik yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Berdasarkan rekapitulasi, intensitas pengawasan berdampak langsung pada pergerakan harga sejumlah komoditas strategis menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026 (Imlek, Puasa Ramdhan, Nyepi dan Idul Fitri)
Ilustrasi pangan. Dok. Istimewa
Sejumlah komoditas seperti telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi segar, cabai merah keriting, Minyakita, bawang merah, bawang putih, serta beras medium dan premium mulai menunjukkan tren penurunan harga. Meski di beberapa provinsi di wilayah Indonesia Timur dan 3 T masih berada di atas HET/HAP, namun secara umum cenderung menurun.
"Pemantauan masif dan tindak lanjut di lapangan terbukti efektif menekan harga komoditas pangan utama, khususnya beras premium dan medium di Zona I dan II, cabai merah keriting, bawang merah, bwang putih, telur ayam ras, serta daging ayam ras," ungkap Johnny.
Dari total titik pemantauan, pengawasan paling banyak dilakukan terhadap pedagang dan pengecer sebanyak 12.317 titik. Menyusul ritel modern 2.949 titik, grosir 1.868 titik, distributor 1.075 titik, produsen 267 titik, dan agen 152 titik.
Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan melakukan pengawasan pangan nasional periode 5–18 Februari 2026. Intensitas pemantauan meningkat pasca rapat koordinasi yang dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono, selaku Ketua Pengarah Satgas, di Ruang Rapat Dirtipideksus Bareskrim Polri, Gedung Awaloedin Djamin, Mabes Polri, pada Rabu, 4 Februari 2026.