Astamaops Kapolri Dorong Layanan Polisi 110 Lebih Cepat dan Terintegrasi

Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri) Komjen Fadil Imran saat kunjungan kerja ke Polresta Sorong Kota, Papua Barat Daya, Kamis, 16 Juli 2026. Dokumentasi/ istimewa.

Astamaops Kapolri Dorong Layanan Polisi 110 Lebih Cepat dan Terintegrasi

Deny Irwanto • 17 July 2026 18:46

Sorong: Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian terus dilakukan. Salah satunya melalui penguatan integrasi Layanan Polisi 110, Command Center, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Samapta, hingga fungsi patroli agar masyarakat memperoleh respons yang lebih cepat dan penanganan yang lebih terkoordinasi.

Gagasan tersebut disampaikan Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri) Komjen Fadil Imran saat kunjungan kerja ke Polresta Sorong Kota, Papua Barat Daya, Kamis, 16 Juli 2026.

Dalam kunjungannya, Fadil meninjau langsung operasional Layanan Polisi 110, mekanisme Command Center, serta koordinasi antara operator, SPKT, Samapta, dan personel di lapangan.

"Telepon terjawab adalah awal dari pelayanan, bukan akhir. Yang harus kita pastikan adalah setelah masyarakat menyampaikan masalahnya, siapa yang bergerak, berapa lama polisi sampai, dan apakah persoalan masyarakat benar-benar tertangani," kata Fadil dalam keterangannya dikutip, Jumat, 17 April 2026.

Berdasarkan data Posko Command Center 110 Mabes Polri, sepanjang Januari hingga Juni 2026, Polresta Sorong Kota menerima 3.392 panggilan melalui Layanan Polisi 110. Sebanyak 2.672 panggilan berhasil dijawab dengan success call rate mencapai 88,18 persen.

Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang berada di angka 80,37 persen. Hasil itu juga menempatkan Polresta Sorong Kota di posisi kedua di jajaran Polda Papua Barat Daya.

Meski demikian, Fadil menilai keberhasilan pelayanan tidak hanya diukur dari banyaknya panggilan yang terjawab. Menurutnya, setiap laporan masyarakat harus dipastikan mendapatkan tindak lanjut hingga persoalan benar-benar terselesaikan.


Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri) Komjen Fadil Imran saat kunjungan kerja ke Polresta Sorong Kota, Papua Barat Daya, Kamis, 16 Juli 2026. Dokumentasi/ istimewa.

"Jangan hanya bertanya berapa telepon yang kita jawab. Mulai bertanya, berapa masyarakat yang benar-benar kita bantu. Itu ukuran pelayanan yang jauh lebih penting," jelas Fadil.

Ia menjelaskan alur pelayanan ideal dimulai sejak laporan diterima melalui Layanan Polisi 110, diverifikasi, diteruskan kepada personel terdekat, ditindaklanjuti di lapangan, hingga hasil penanganannya kembali dipantau.

Untuk mendukung sistem tersebut, Fadil meminta jajaran mulai mengukur waktu respons secara bertahap, mulai dari laporan diterima, penugasan personel, hingga waktu kedatangan petugas di lokasi. Menurutnya, data tersebut penting sebagai bahan evaluasi peningkatan pelayanan. Selain itu, Fadil menekankan pentingnya integrasi antar fungsi kepolisian sehingga masyarakat tidak perlu memahami pembagian tugas di internal institusi.

"Masyarakat tidak perlu memikirkan ini urusan fungsi yang mana. Bagi masyarakat sederhana: saya membutuhkan polisi. Tugas kitalah memastikan kebutuhan itu diteruskan kepada personel yang paling tepat dan paling cepat," ungkapnya.

Menurutnya Layanan Polisi 110, SPKT, Samapta, patroli, lalu lintas, hingga reserse harus menjadi bagian dari satu sistem pelayanan yang saling terhubung sehingga setiap informasi yang diterima dapat segera ditindaklanjuti.


Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri) Komjen Fadil Imran saat kunjungan kerja ke Polresta Sorong Kota, Papua Barat Daya, Kamis, 16 Juli 2026. Dokumentasi/ istimewa.

Fadil juga mengingatkan bahwa Command Center tidak semata-mata dimaknai sebagai ruangan dengan teknologi modern, melainkan pusat kendali yang mampu menerima informasi, menganalisis situasi, mengambil keputusan, menggerakkan personel, dan memastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara tuntas.

"Command Center jangan selalu dibayangkan sebagai ruangan besar dengan banyak layar atau teknologi yang mahal. Semua itu adalah alat. Hakikat Command Center adalah bagaimana kita menerima informasi, memahami masalah, mengambil keputusan, menggerakkan anggota, dan memastikan masalah masyarakat ditangani," ujar Fadil.

 

(Deny Irwanto)