Israel Hancurkan Tempat Pemilihan Pemimpin Agung Iran yang Baru

Rekaman serangan Israel terhadap sebuah gedung di kota Qom, Iran, tempat sebuah badan akan memilih pemimpin tertinggi Iran yang baru pada tanggal 3 Maret 2026. (Istimewa)

Israel Hancurkan Tempat Pemilihan Pemimpin Agung Iran yang Baru

Riza Aslam Khaeron • 4 March 2026 09:06

Qom: Israel melancarkan serangan udara terhadap gedung Majelis Ahli di kota suci Qom, Iran, Selasa, 3 Maret 2026, saat para ulama senior direncanakan berkumpul untuk memilih pemimpin tertinggi baru menggantikan Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan sebelumnya.

Juru Bicara IDF, Brigadir Jenderal Effie Defrin, mengonfirmasi bahwa Angkatan Udara Israel menyerang gedung di Qom yang dilaporkan menjadi lokasi berkumpulnya para ulama senior untuk memilih pemimpin tertinggi Iran yang baru. 

Media Iran, Tasnim, melaporkan bahwa "para penjahat Amerika-Zionis telah menyerang gedung Majelis Ahli di Qom," yang terletak di selatan Teheran. Majelis Ahli sendiri memiliki 88 anggota, namun menurut sumber pertahanan Israel, belum diketahui secara pasti berapa banyak dari mereka yang berada di dalam gedung saat serangan terjadi.

Sementara itu, saluran berita Channel 12 News Israel melaporkan bahwa tidak ada satu pun dari 88 anggota majelis yang berada di gedung saat serangan berlangsung.

Tanpa menyebutkan sumber spesifik, jaringan tersebut menyatakan bahwa para ulama belum tiba di gedung tersebut, dan hanya pihak panitia penghitung suara untuk penunjukan pemimpin tertinggi berikutnya yang berada di lokasi.

Defrin menyatakan bahwa dampak dan hasil dari serangan tersebut masih terus dievaluasi oleh pihak militer Israel.
 

Baca Juga:
Profil Ali Khamenei, Pemimpin Agung Iran yang Dibunuh AS-Israel

Media lokal Iran menyiarkan rekaman yang menunjukkan kondisi gedung yang mengalami kerusakan parah akibat serangan udara tersebut. Hingga saat ini, belum ada informasi terkonfirmasi mengenai kemungkinan adanya korban jiwa.

Di sisi lain, kantor berita Mehr News Agency mengklaim bahwa gedung tersebut merupakan bangunan "tua" dan "tidak lagi digunakan untuk pertemuan resmi."

Tasnim juga melaporkan bahwa rangkaian serangan sebelumnya telah menargetkan markas utama Majelis Ahli yang berada di Teheran pada Senin, 2 Maret 2026.

Pihak Iran telah mengumumkan pada hari Minggu mengenai dimulainya proses transisi kepemimpinan setelah mengonfirmasi kematian Khamenei.

Rencana transisi tersebut mencakup pembentukan dewan kepemimpinan sementara yang terdiri dari presiden, kepala peradilan, dan seorang ahli hukum dari Dewan Wali—badan yang bertugas mengawasi legislasi serta memverifikasi kandidat dalam pemilihan umum.

Serangan ini menandai eskalasi konflik yang kian tajam antara Israel dan Iran pasca tewasnya Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi Iran lainnya dalam operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dimulai sejak Sabtu, 28 Februari 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)