Dudung Tegaskan KSP Jadi Filter Strategis Ringankan Beban Presiden

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman. Foto: Dok. KSP.

Dudung Tegaskan KSP Jadi Filter Strategis Ringankan Beban Presiden

Fachri Audhia Hafiez • 3 June 2026 19:04

Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) perdana bersama Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Pertemuan ini berfokus pada pembahasan akselerasi penguatan kinerja Kantor Staf Presiden (KSP) dalam mengawal seluruh program prioritas nasional.

“Rapat hari ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi kelembagaan dalam mendukung akselerasi program prioritas nasional, penyelesaian berbagai hambatan implementasi di lapangan, serta pengelolaan isu-isu strategis nasional secara lebih terintegrasi dan responsif,” ujar Dudung dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
 


Dalam kesempatan tersebut, Dudung memaparkan laporan realisasi anggaran KSP secara transparan. Pada tahun anggaran 2025, KSP mencatatkan realisasi anggaran sebesar Rp87,52 miliar atau mencapai 96,57 persen dari total pagu efisiensi senilai Rp90,63 miIiar. 

Sementara untuk tahun anggaran 2026, total alokasi anggaran KSP melonjak menjadi Rp114,51 miliar setelah mendapatkan suntikan tambahan anggaran sebesar Rp79,35 miIiar pada Mei 2026.

Dudung menjelaskan bahwa penguatan anggaran ini diarahkan sepenuhnya untuk menopang tugas KSP dalam mengawal delapan klaster prioritas pembangunan nasional atau Asta Cita. Klaster tersebut meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, hingga penurunan angka kemiskinan. 

KSP juga dilaporkan telah bergerak cepat dengan mengeksekusi sekitar 800 kegiatan koordinasi dan 81 verifikasi lapangan sepanjang Januari hingga Mei 2026.


Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman. Foto: Dok. KSP.

Meskipun KSP saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan klasik seperti keterbatasan anggaran fungsi utama, minimnya jumlah SDM, dan kurangnya peralatan kerja, Dudung menegaskan lembaganya yang diperkuat 143 tenaga profesional akan tetap berkomitmen penuh bekerja efektif dan terukur. 

KSP dipastikan bakal memosisikan diri sebagai filter strategis untuk mengurai persoalan teknis lintas kementerian agar tidak membebani Presiden.

"Oleh karena itu, masalah-masalah yang bisa diselesaikan oleh kementerian maupun oleh saya selaku Kepala Staf Kepresidenan, akan kami tuntaskan dengan baik agar tidak mengganggu konsentrasi Presiden pada hal-hal yang lebih makro. Melalui program 'KSP Mendekat' ini, banyak aduan yang sudah berhasil kami selesaikan secara perlahan dan tuntas demi kelancaran program prioritas nasional," kata Dudung.

(Fachri Audhia Hafiez)