Rano Sebut Ada Banyak Potensi Jalan Ambles di Jakarta Akibat Saluran Besi Tua

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat meninjau lokasi perbaikan jalan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Metrotvnews.com/Iqbal

Rano Sebut Ada Banyak Potensi Jalan Ambles di Jakarta Akibat Saluran Besi Tua

Muhammad Iqbal Sidiq • 2 June 2026 17:25

Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut ada banyak potensi jalan ambles di Ibu Kota. Pasalnya, saluran bawah tanah di Jakarta masih menggunakan besi tua dengan material yang rawan keropos.

“Saya bilang tidak memungkiri di Jakarta akan terjadi lagi. Karena banyak sekali Aramco-Aramco di Jakarta juga pada kondisi yang sama," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, usai meninjau lokasi penambalan jalan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa, 2 Juni 2026.

Hal ini disampaikan Rano usai membeberkan hasil investigasi amblesnya jalan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, akibat kondisi jaringan pipa yang rapuh. Kasus amblesnya jalur Lenteng Agung tersebut dipastikan berakar dari keroposnya pipa besi Aramco yang berusia di atas 30 tahun. Besi tua tersebut terkorosi hingga tidak mampu lagi menahan hantaman debit air.

Rano menilai kondisi ini sebagai fenomena 'bom waktu' yang mengancam titik lain di Jakarta. Rano menyebut kelalaian ini tidak hanya terjadi pada saluran pembuangan, melainkan juga pada utilitas vital lainnya.

“Bahkan kalau dari PDAM, saya pernah dikasih tahu 100 tahun pipa air kita tidak berganti," ungkap dia.

Baca Juga: 

Pemprov DKI Ungkap Penyebab Amblesnya Jalan di Lenteng Agung


Perbaikan jalan ambles di Lenteng Agung, Jakarta. Metro TV/Iqbal

Untuk mengantasi potensi jalan ambles ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah antisipatif dengan mengeluarkan instruksi kepada jajaran dinas terkait. Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Bina Marga diperintahkan segera melakukan audit saluran di Ibu Kota.

Petugas diwajibkan melakukan inventarisasi dan pemetaan terhadap titik-titik rawan yang masih menggunakan material besi tua. Namun, Pemprov DKI mengakui adanya keterbatasan dalam eksekusi peremajaan jika titik rawan tersebut belum menunjukkan gejala kerusakan awal.

“Mudah-mudahan itu sudah ter-mapping, tapi memang kita nggak bisa langsung eksekusi kalau memang belum terjadi apa-apa," ujar Rano.

(Achmad Zulfikar Fazli)