Presiden Prabowo Subianto. Foto: ANTARA/BPMI Setpres-Laily Rachev/pri.
Presiden Prabowo Ajak Semua Pihak Kolaborasi Hadapi Tantangan
Fachri Audhia Hafiez • 28 June 2026 16:39
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan keberhasilan sebuah negara bukan ditentukan oleh kemampuannya menghindari persoalan, melainkan oleh keberaniannya menghadapi dan menyelesaikan setiap kesulitan. Kepala Negara menekankan pentingnya membangun budaya terbuka terhadap kritik, masukan, serta kolaborasi dalam mencari jalan keluar dari setiap tantangan nasional.
"Karena saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi. Kesulitan harus dihadapi, dan kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan bekerja keras mencari solusi terhadap kesulitan," kata Prabowo dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 28 Juni 2026.
Prabowo menyampaikan hal tersebut di hadapan para rektor dan akademisi yang hadir. Ia memastikan seluruh daftar usulan dan pertanyaan ilmiah yang diserahkan kepada pemerintah akan dipelajari secara saksama, sebagai komitmen untuk terus memperbaiki sistem tata kelola pemerintahan.
"Saya terima daftar usulan dan daftar pertanyaan yang tadi disampaikan cukup banyak. Saya janji satu per satu akan saya perhatikan," tutur Prabowo.
Presiden meyakini organisasi maupun negara yang sukses tumbuh besar adalah entitas yang secara jujur mampu memetakan titik kelemahannya sendiri, bukan justru menutup-nutupi kekurangan yang ada.
"Ini saya dapat dari banyak masukan. Organisasi, masyarakat, dan negara yang sukses adalah yang berani mengetahui, mencari kesulitan dan kekurangan, lalu mengatasinya," ujar Prabowo.
Prabowo menyoroti pentingnya menjaga kebebasan akademik di lingkungan kampus. Perbedaan pandangan dinilai wajar dalam dunia pendidikan tinggi asalkan berorientasi melahirkan gagasan inovatif demi kemaslahatan rakyat.

Ilustrasi pendidikan. Foto: Unsplash.com/Element5 Digital.
Prabowo mengingatkan bahwa seluruh ekosistem pendidikan, baik negeri maupun swasta, pada dasarnya bergerak menggunakan kontribusi finansial dari masyarakat, termasuk lewat skema berbagai subsidi energi. Oleh karena itu, perguruan tinggi wajib mengembalikan pemanfaatan ilmu pengetahuan tersebut kepada publik.
"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai kampus-kampus itu, yang membiayai semua lembaga pendidikan. Swasta berperan sangat penting, tapi swasta pun menikmati uang rakyat dari subsidi listrik, subsidi BBM, dengan segala upaya yang kita lakukan. Jadi saudara, ini adalah bernegara," kata Presiden.