Kementan Kawal Swasembada Sukabumi lewat Sinkronisasi dan Penguatan Data

Ilustrasi. Foto: dok MI/Amiruddin.

Kementan Kawal Swasembada Sukabumi lewat Sinkronisasi dan Penguatan Data

Ade Hapsari Lestarini • 11 February 2026 13:56

Sukabumi: Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan pentingnya penguatan benih unggul bermutu, pelestarian sumber daya genetik lokal, serta sinkronisasi dan pengawalan data produksi sebagai pilar percepatan swasembada pangan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementan Leli Nuryati dalam kegiatan Diseminasi Produksi untuk Mendukung Swasembada Pangan 2026 dan Syukuran Swasembada Pangan Kabupaten Sukabumi 2025 di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu, 11 Februari 2026.

Leli menegaskan, swasembada pangan merupakan prioritas strategis nasional yang tidak hanya bergantung pada perluasan tanam dan peningkatan produktivitas. Tetapi juga pada ketersediaan benih unggul serta pemanfaatan sumber daya genetik lokal.

"Keberhasilan Sukabumi membuktikan sinergi lintas sektor, dukungan teknologi, penggunaan varietas unggul, serta pengawalan program yang konsisten dapat mendorong peningkatan produksi secara signifikan dan berkelanjutan," ujar Leli.

Kegiatan yang dipimpin Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Aep Majmudin ini dihadiri pemangku kepentingan dari pemerintah pusat dan daerah, TNI/Polri, BUMN, penyuluh pertanian, serta pelaku usaha perbenihan.

Aep menyampaikan, capaian swasembada 2025 merupakan hasil kerja kolektif seluruh pihak dan dukungan nyata dari pemerintah pusat.

"Capaian produksi padi dan jagung Kabupaten Sukabumi di atas target yang ditetapkan menjadi prestasi tersendiri dan mendapat apresiasi di tingkat provinsi maupun nasional. Hal ini tidak terlepas dari dukungan bantuan benih, sarana produksi, alat dan mesin pertanian dari pemerintah pusat, serta kerja keras para penyuluh dan petani Kabupaten Sukabumi," kata Aep.


 

 

Realisasi produksi padi dan jagung Sukabumi sepanjang 2025


Ia menjelaskan, kinerja Luas Tambah Tanam (LTT) padi Januari 2026 juga menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan Januari 2025. Atas capaian tersebut, Sukabumi meraih penghargaan dari Presiden RI sebagai Peringkat 2 Peningkatan Produksi Beras Nasional 2025.

"Untuk 2026, kami telah membagi target produksi hingga tingkat kecamatan mengacu pada target Kabupaten yang ditetapkan provinsi Jawa Barat. Kami berharap dukungan pusat melalui bantuan benih, alsintan, oplah, dan Brigade Pangan tetap berlanjut agar swasembada pangan dapat terjaga secara berkelanjutan," tambah dia.

Aep berharap dukungan pusat melalui bantuan benih, optimalisasi lahan (oplah), alsintan, serta program Brigade Pangan tetap berlanjut guna menjaga keberlanjutan swasembada.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dalam serapan gabah oleh Perum BULOG serta peningkatan kualitas pelaporan data produksi sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kebijakan.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) Pemerintah Kabupaten Sukabumi Puji Widodo, yang mewakili Bupati Sukabumi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pencapaian swasembada pangan 2025.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, TNI/Polri, penyuluh, petani, BPS, BULOG, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja keras mewujudkan swasembada dan kedaulatan pangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pusat PVTPP juga memberikan penghargaan kepada Kepala BPS Kabupaten Sukabumi dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi atas kontribusi dalam peningkatan kualitas data pertanian.

Sukabumi turut menerima apresiasi sebagai pendaftar varietas lokal terbanyak periode 2005–2025 dengan total 39 varietas terdaftar, termasuk 26 varietas padi lokal, tertinggi di Jawa Barat maupun secara nasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)