Ini Upaya Pemkot Surabaya Hadirkan Hunian Layak Bagi Warga Kurang Mampu

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di sela serahterima ratusan rumah bagi warga tak mampu. (Dokumentasi/Humas Pemkot Surabaya)

Ini Upaya Pemkot Surabaya Hadirkan Hunian Layak Bagi Warga Kurang Mampu

Amaluddin • 9 February 2026 19:34

Surabaya: Upaya menghadirkan hunian layak bagi warga kurang mampu di Kota Surabaya terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas iman. Hal itu tercermin dalam serah terima 100 unit Rumah Program Bebenah Kampung “Gotong Royong Renovasi Rumah Merah Putih” yang dihadiri langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Eri menegaskan bahwa pembangunan Surabaya tidak bisa dilakukan sendirian. Menurutnya, gotong royong antarwarga dari berbagai suku, agama, dan golongan menjadi kunci tercapainya keadilan sosial di kota besar.

“Hari ini Surabaya berdiri karena kebersamaan. Rumah ini dibangun bukan oleh satu suku atau satu agama. Siapa pun yang hidup dan membesarkan Surabaya, dialah warga Surabaya sejati,” kata Eri di Kantor Kecamatan Wonokromo, Senin, 9 Februari 2026.
 


Program Bebenah Kampung “Gotong Royong Renovasi Rumah Merah Putih” merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Surabaya, Pemerintah Pusat, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Program ini tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menegaskan semangat persatuan sosial sebagai fondasi pembangunan kota.

Dari sisi kebijakan, Eri menegaskan komitmen Pemkot Surabaya untuk memperketat kriteria penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) mulai 2026. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Sosial, agar bantuan sosial benar-benar menyentuh warga paling rentan.

Pemkot Surabaya, lanjut Eri, akan memprioritaskan warga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 5 atau keluarga pra-sejahtera. “Saya harus berani bersikap. Kalau rumah mau roboh tapi pemiliknya masuk kategori mampu, mohon maaf, kita dahulukan yang benar-benar tidak mampu. Bantuan harus adil dan tepat sasaran,” ujar Eri.


Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di sela serahterima ratusan rumah bagi warga tak mampu. (Dokumentasi/Humas Pemkot Surabaya)


Kebijakan ini menjadi penegasan bahwa program sosial tidak sekadar populis, melainkan berbasis data dan keberpihakan nyata kepada kelompok miskin. Eri juga mengajak warga yang memiliki kelebihan rezeki untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi dan gerakan kemanusiaan. 

Menurutnya, solidaritas sosial adalah energi penting untuk memutus rantai kemiskinan perkotaan. “Sedekah itu menjauhkan bala dan mendatangkan rezeki. Jangan menunggu kaya untuk membantu orang lain,” pesan Eri.

Eri berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut untuk menciptakan lingkungan hunian yang sehat, aman, dan bermartabat bagi seluruh warga Kota Pahlawan.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Surabaya, Vivian Fan, menyampaikan bahwa program Renovasi Rumah Merah Putih merupakan bagian dari target nasional yayasan untuk merenovasi 5.000 unit rumah di 13 kota di Indonesia. Ia juga mengajak masyarakat mendukung gerakan “Satu Koin, Satu Doa”, sebagai simbol gotong royong dan estafet kebaikan bagi sesama.

"Untuk Surabaya, target kami 500 unit. Hari ini 100 unit sudah diserahterimakan, 118 unit sedang dalam proses dan kami targetkan selesai sebelum Lebaran. Sisanya 282 unit akan menyusul,” jelas Vivian.


Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di sela serahterima ratusan rumah bagi warga tak mampu. (Dokumentasi/Humas Pemkot Surabaya)


Rasa syukur dirasakan langsung oleh para penerima manfaat. Trianto Santosa, warga Kelurahan Ngagel Rejo, mengaku kehidupannya berubah setelah rumahnya direnovasi.

“Dulu rumah saya bocor semua. Sekarang Alhamdulillah sudah layak. Terima kasih Bapak Wali Kota, Bapak Presiden Prabowo, dan Yayasan Buddha Tzu Chi,” kata Trianto.

Sebagai informasi, pada tahun 2026, Pemkot Surabaya menargetkan perbaikan 3.242 unit Rutilahu. Dari jumlah tersebut, 2.240 unit bersumber dari APBD Kota Surabaya, sementara 1.002 unit berasal dari non-APBD, termasuk kontribusi yayasan sosial dan sektor swasta.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)