Rupiah Menguat 0,14% ke Rp16.782 Pagi Ini

Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar.

Rupiah Menguat 0,14% ke Rp16.782 Pagi Ini

Husen Miftahudin • 10 February 2026 09:56

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami penguatan.

Mengutip data Bloomberg, Selasa, 10 Februari 2026, rupiah hingga pukul 09.47 WIB berada di level Rp16.782 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat 23 poin atau setara 0,14 persen dari Rp16.805 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp16.833 per USD. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, meski demikian rupiah diprediksi akan kembali menguat.

"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp16.760 per USD hingga Rp16.800 per USD," jelas Ibrahim.
 

Baca juga: Didorong IKK Tertinggi Setahun, Rupiah Menguat ke Rp16.805 per USD
 

AS-Iran terus rundingkan perdamaian


Ibrahim mengungkapkan, pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh sentimen Washington dan Teheran yang mengatakan pada akhir pekan pembicaraan nuklir tidak langsung antara keduanya akan berlanjut setelah apa yang mereka gambarkan sebagai diskusi positif yang diadakan di Oman pada Jumat.

"Pesan tersebut membantu meredakan kekhawatiran bahwa konflik militer di Timur Tengah akan segera terjadi, terutama setelah Washington mengerahkan beberapa kapal perang ke wilayah tersebut awal tahun ini," jelas Ibrahim.

Kekhawatiran akan konflik telah membuat para pedagang memberikan premi risiko yang lebih besar pada minyak, dengan Trump juga mengancam tindakan militer terhadap Teheran. Namun, kemungkinan perang habis-habisan di Timur Tengah sekarang tampak lebih kecil, meskipun Teheran memberi sinyal mereka akan tetap melanjutkan program pengayaan nuklirnya.

Fokus minggu ini juga pada sejumlah data ekonomi penting dari konsumen minyak terbesar di dunia. Di AS, data penggajian non-pertanian untuk Januari akan dirilis pada Rabu, sementara data indeks CPI akan dirilis pada Jumat.

"Data-data tersebut akan dipantau secara cermat untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai suku bunga, sementara pasar juga masih mengukur prospek kebijakan moneter di bawah kepemimpinan Warsh," urai Ibrahim.


(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
 

Penerimaan pajak 2026 bisa lampaui target


Di sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan penerimaan pajak 2026 bisa melampaui target yang ditetapkan pada APBN yakni Rp2.357,7 triliun. Hal ini diperkirakan olehnya kendati basis pertumbuhan penerimaan pajak tahun lalu yang rendah sehingga turut menjadi sorotan lembaga pemeringkat asing.  

Diketahui, pemerintah memasang target penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp2.357,7 triliun atau tumbuh 7,69 persen (yoy) dari target APBN 2025 yakni Rp2.189,3 triliun.  Masalahnya, realisasi penerimaan pajak tahun lalu hanya Rp1.917,6 triliun sehingga terjadi shortfall sebesar Rp271,7 triliun. Artinya, basis pertumbuhan dari realisasi tahun lalu untuk mengejar target tahun ini menjadi lebih tinggi yakni 22,9 persen (yoy). 

Dengan kata lain, pemerintah harus mengejar tambahan setoran Rp440,1 triliun untuk mencapai target 2026  dari basis realisasi 2025.  "Namun demikian, tampaknya Menkeu Purbaya tetap optimistis, tahun ini bisa mengumpulkan penerimaan pajak hingga melampaui target. Optimisme itu muncul usai realisasi penerimaan pajak Januari 2026 melonjak 30,8 persen (yoy)," ucap Ibrahim.

Kemudian, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terbaru menunjukkan kenaikan 3,5 poin, dari 123,5 pada Desember 2025 menjadi 127 pada Januari 2026. Level IKK ini menjadi yang tertinggi dalam setahun terakhir atau sejak Januari 2025 (127,2). 

IKK merupakan indikator yang dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan konsumsi dan tabungan rumah tangga. IKK menggunakan tahun acuan dengan nilai 100. Artinya indeks kepercayaan konsumen pada Januari 2026 berada di zona optimistis atau di atas nilai acuan. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)