Ilustrasi sungai di Jakarta. Foto: Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah.
Sungai Jakarta 'Nyerah' Jika Curah Hujan Tembus di Atas 150 mm
Fachri Audhia Hafiez • 27 January 2026 03:10
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan fakta mengenai keterbatasan daya tampung sungai-sungai di Ibu Kota terhadap curah hujan ekstrem. Menurutnya, rata-rata sistem drainase dan sungai di Jakarta saat ini hanya memiliki kapasitas maksimal untuk menampung curah hujan hingga 150 milimeter (mm) per hari.
“Persoalannya adalah karena 'catchment'-nya ini tidak mencukupi. Jadi, walaupun dikeruk semuanya, nggak ada tambahan sedimen, itu cuma mampu di Jakarta ini menampung curah hujan 150 mm per hari,” kata Pramono di Jakarta Barat, dikutip dari Antara, Senin, 26 Januari 2026.
Pramono menjelaskan bahwa risiko banjir akan meningkat drastis jika curah hujan melampaui angka tersebut, apalagi jika menyentuh angka 200 mm. Kondisi ini kian diperparah apabila hujan lokal yang ekstrem turun bersamaan dengan air kiriman dari wilayah hulu.
“Seperti tanggal 12, 18, dan 22 kemarin, hujan tinggi dalam waktu sekitar delapan jam, lalu ditambah pengiriman air dari hulu. Karena itu, pengerukan itu harus dilakukan terus menerus,” jelas mantan Sekretaris Kabinet tersebut.
Sebagai langkah jangka menengah, Pramono menegaskan komitmennya untuk melakukan normalisasi pada tiga sungai utama yang menjadi titik krusial pengendalian banjir, yakni Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama. Proyek ini akan melibatkan sinergi erat dengan pemerintah pusat.
.jpg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metrotvnews.com/Adinda Vinka.
“Untuk Ciliwung akan segera dimulai bersama pemerintah pusat dan Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk pembangunan tanggul. Sedangkan Krukut dan Cakung Lama akan kita mulai tahun ini,” ucap Pramono.
Pramono berharap melalui kombinasi pengerukan sedimen yang konsisten dan percepatan normalisasi sungai, kapasitas pengendalian banjir di Jakarta dapat meningkat secara signifikan guna melindungi warga dari ancaman genangan di masa mendatang.