Kebakaran hutan di area Kaldera Bromo yang semakin meluas. Foto: Dokumentasi Balai Besar TNBTS.
Pemerintah Pastikan Asap Karhutla Belum Ganggu Negara Tetangga
Fachri Audhia Hafiez • 10 August 2026 22:45
Jakarta: Pemerintah memastikan belum menerima laporan maupun keluhan dari negara-negara tetangga terkait dampak gangguan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karhutla saat ini melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
"Kita juga berupaya sekeras mungkin untuk tidak mengganggu pihak lain, baik ke negara tetangga yang dekat dengan kita," kata Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago dalam konferensi pers di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 10 Agustus 2026.
Djamari menegaskan bahwa seluruh armada dan tim gabungan terus dikerahkan secara intensif di lapangan agar sebaran asap tidak semakin meluas hingga melintasi batas negara. "Sampai dengan hari ini tidak ada itu (pihak yang terganggu dengan asap), ya," ucap Djamari.
Guna mengendalikan titik api yang telah membakar sekitar 107.000 hektare lahan, pemerintah mempercepat operasi pemadaman udara dengan menyiagakan puluhan helikopter water bombing serta armada pesawat pendukung.
"Kita mengerahkan sekitar 43 helikopter sampai dengan hari ini, ditambah dengan fixed-wing juga bisa antara 10 sampai dengan 15 sesuai dengan kebutuhan," ujar Djamari.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago (tengah). Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz.
Di samping pemadaman udara, operasi darat terus diperkuat dengan menyiagakan tangki air fleksibel sebagai penampung air sementara. Langkah ini untuk membantu efektivitas petugas pemadam di lokasi terisolasi.
Pemerintah memfokuskan penanganan pada enam provinsi prioritas pemilik lahan gambut luas, yakni Riau, Jambi, Sumatea Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Selain itu, pemadaman juga difokuskan pada titik api yang muncul di kawasan pegunungan seperti Gunung Bromo, Gunung Gede Pangrango, dan Gunung Rinjani.