Harga Emas Rebound, Dekati USD5.000/Ons

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Harga Emas Rebound, Dekati USD5.000/Ons

Eko Nordiansyah • 4 February 2026 08:18

Chicago: Harga emas naik pada perdagangan awal Asia pada Rabu, 4 Februari 2026. Harga emas kembali mendekati level-level kunci karena tanda-tanda ketegangan yang kembali muncul antara AS dan Iran meningkatkan permintaan aset safe haven.

Logam mulia kuning melanjutkan kenaikannya setelah pulih tajam dari kerugian baru-baru ini pada Selasa, dengan pembelian saat harga turun juga tetap berlangsung setelah penurunan harga lebih dari USD1.000 minggu lalu.

Dilansir dari Investing.com, harga emas spot naik 0,9 persen menjadi USD4.995,60 per ons. Sementara kontrak berjangka emas untuk April naik 1,7 persen menjadi USD5.017,19 per ons.

Logam mulia lainnya juga mengalami kenaikan pada Rabu, melanjutkan pemulihan dari sesi sebelumnya. Harga perak spot naik 0,5 persen menjadi USD85,5245 persen, sementara harga platinum spot naik 1,7 persen menjadi USD2.256,04 persen.

Baca Juga :

Harga Minyak Dunia Berbalik Naik Lagi

 

(Ilustrasi Foto: Freepik)

Ketegangan AS-Iran jelang pembicaraan nuklir

Kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran menjadi pendorong utama permintaan aset safe haven, terutama setelah laporan semalam menunjukkan AS menembak jatuh drone Iran di Laut Arab.

Secara terpisah, kapal perang Iran terlihat mendekati kapal tanker yang terkait dengan AS di Selat Hormuz.

Kedua peristiwa tersebut sedikit melemahkan pernyataan dari Teheran dan Washington bahwa mereka akan mengadakan pembicaraan pada hari Jumat ini. Berita tentang pembicaraan tersebut telah memberikan sedikit kelegaan bagi pasar dan mengurangi permintaan aset safe haven untuk emas.

Spekulasi ketua The Fed baru

Kerugian emas baru-baru ini terutama didorong oleh spekulasi bahwa nominasi Presiden AS Donald Trump untuk kepala Federal Reserve, Kevin Warsh, akan kurang lunak daripada yang diharapkan pasar.

Hal ini memicu peningkatan tajam pada dolar, yang pada gilirannya menekan pasar logam. Emas juga menjadi sasaran aksi ambil untung setelah melonjak ke rekor tertinggi hampir USD5.600 per ons minggu lalu.

Namun, terlepas dari kerugian baru-baru ini, harga emas masih diperdagangkan naik hampir 15 persen hingga saat ini pada 2026.

Analis ANZ mengatakan dalam catatan baru-baru ini fundamental di balik kekuatan harga emas—permintaan sebagai aset aman, pembelian fisik, dan pembelian oleh bank sentral—masih tetap ada.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)