Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin. Foto: Dok. Istimewa.
Menteri Mukhtarudin Luncurkan Migrant Center UI Perkuat Pekerja Migran Terampil
Fachri Audhia Hafiez • 2 February 2026 17:36
Jakarta: Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, meresmikan peluncuran Migrant Center Universitas Indonesia (UI) bertepatan dengan perayaan Dies Natalis ke-76 UI di Depok, Jawa Barat. Langkah ini menandai pergeseran paradigma baru dalam tata kelola tenaga kerja Indonesia yang kini lebih fokus pada penempatan pekerja berketerampilan menengah hingga tinggi (middle-high skill).
"Kita sedang membangun ekosistem dari hulu ke hilir. Melalui kemitraan dengan UI sebagai pusat keunggulan dan Pemerintah Kota Depok serta Sukabumi sebagai basis wilayah, kita memastikan setiap pekerja migran yang berangkat memiliki kompetensi dan pulang dengan kesejahteraan yang berkelanjutan," ujar Mukhtarudin di Balairung UI, Depok, Senin, 2 Februari 2026.
Mukhtarudin menjelaskan bahwa kolaborasi empat pihak antara KemenP2MI, UI, Pemkot Depok, dan Pemkot Sukabumi dirancang untuk menjawab tantangan industri global. Selain peluncuran pusat studi, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk memastikan perlindungan pekerja migran dilakukan secara menyeluruh, mulai dari riset, pelatihan, hingga pengawasan di tingkat daerah.
“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kita sedang menjalankan pergeseran paradigma besar dalam tata kelola pekerja migran. Kita tidak lagi hanya menempatkan tenaga kerja, tetapi menyediakan skilled workers dengan kualifikasi medium-high skill. Inilah jalan menuju kemandirian dan martabat bangsa di mata dunia," tegas Mukhtarudin.
Lebih lanjut, Mukhtarudin menilai keterlibatan dunia pendidikan sangat krusial sebagai mesin akselerasi. Migrant Center diharapkan mampu menjembatani standar akademik dengan kebutuhan industri modern di luar negeri melalui sertifikasi yang diakui secara internasional.
"Kampus menjadi motor penggerak riset dan pelatihan, sementara pemerintah daerah menjadi garda terdepan dalam penyiapan warga. Ini adalah kerja keroyokan untuk memastikan perlindungan dari sebelum berangkat hingga kembali ke tanah air," ujar Mukhtarudin.
Sinergi strategis ini selaras dengan tema Dies Natalis UI ke-76, "UI Unggul Impactful, Fondasi Mandiri, Akselerasi Dampak". Mukhtarudin berharap model kerja sama ini dapat menjadi proyek percontohan bagi daerah lain di Indonesia dalam menciptakan ekosistem perlindungan tenaga kerja yang utuh dan inklusif.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin. Foto: Dok. Istimewa.
Mukhtarudin menggarisbawahi tiga poin kolaborasi utama. MoU dengan Universitas Indonesia yakni pembentukan Migrant Center sebagai pusat kajian, pelatihan, dan advokasi berbasis riset untuk memastikan pekerja migran Indonesia memiliki daya saing global.
Sementara, ?MoU dengan Wali Kota Depok yakni penguatan basis data dan perlindungan keluarga pekerja migran di wilayah penyangga ibu kota. Lalu, MoU dengan Walikota Sukabumi di mana optimalisasi kantong-kantong pemberangkatan pekerja migran melalui edukasi dan pengawasan yang lebih ketat di tingkat lokal.
?"Selaras dengan tema UI Unggul Impactful, pembentukan Migrant Center ini adalah bukti nyata 'Akselerasi Dampak'. Kita ingin riset UI tidak hanya berhenti di perpustakaan, tapi menjadi fondasi mandiri bagi perlindungan pekerja kita," tegas Mukhtarudin.
?Mukhtarudin berharap kolaborasi antara kementerian, UI, serta Pemerintah Kota Depok dan Sukabumi dapat menjadi pilot project bagi daerah lain.
?"Semoga UI terus menjadi motor penggerak pembangunan Indonesia yang inklusif. Dengan adanya Migrant Center dan dukungan para Wali Kota, kita menciptakan ekosistem pelindungan yang utuh dari hulu hingga hilir," kata Mukhtarudin.