Ilustrasi, Gerakan Pangan Murah. Foto: ANTARA/HO-Perumda Dharma Jaya.
Bapanas Gelar 6.589 Gerakan Pangan Murah, Inflasi Jadi Lebih Terkendali
Husen Miftahudin • 1 August 2026 16:05
Jakarta: Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat pelaksanaan 6.589 Gerakan Pangan Murah (GPM) di 38 provinsi dan 448 kabupaten/kota hingga akhir Juli 2026. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meningkatkan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan GPM terus diperluas di berbagai daerah melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan.
"Dalam catatan Bapanas, total GPM yang telah dimasifkan di seluruh Indonesia sejak Januari sampai akhir Juli 2026 ini telah mencapai 6.589 kali di 38 provinsi dan 448 kabupaten/kota," kata Maino dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan saat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, yang melibatkan Bapanas, Pemerintah Kota Tasikmalaya, DPD RI, dan DPR RI.
Maino menyebut Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
"GPM Kota Tasikmalaya ini lengkap mulai dari legislator, senator, pemkot, dan tentu Badan Pangan Nasional sendiri," ujar Maino. Menurut dia, pelaksanaan GPM secara rutin di berbagai daerah turut mendukung upaya pengendalian inflasi, khususnya inflasi pangan.
Tasikmalaya catat inflasi lebih rendah
Berdasarkan data Juni 2026, inflasi nasional tercatat 3,34 persen, sedangkan inflasi di Jawa Barat berada di level 3,08 persen. Sementara itu, Kota Tasikmalaya mencatat inflasi sebesar 2,72 persen, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,82 persen.
"Inflasi di bulan Juni secara nasional sekitar 3,34 persen. Jawa Barat sedikit lebih rendah di 3,08 persen. Tapi Tasikmalaya hanya 2,72 persen dan ini ternyata turun dari bulan sebelumnya 2,82 persen," kata Maino.
Meski demikian, data tersebut menunjukkan hubungan antara frekuensi GPM dan tingkat inflasi, bukan berarti secara langsung membuktikan GPM menjadi satu-satunya penyebab rendahnya inflasi.
Bapanas mencatat Jawa Tengah menjadi provinsi dengan pelaksanaan GPM terbanyak, yakni 910 kali, dengan inflasi Juni 2026 sebesar 2,92 persen.
Sementara itu, Jawa Barat menempati posisi tiga besar nasional dengan 754 kali pelaksanaan GPM dan mencatat inflasi sebesar 3,08 persen. Maino mengatakan pelaksanaan pasar murah secara rutin membantu meningkatkan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

(Ilustrasi, Gerakan Pangan Murah. Foto: dok Metrotvnews.com)
Jual beras SPHP hingga daging beku
Dalam program Gerakan Pangan Murah, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pangan dengan harga di bawah pasar.
Komoditas yang disediakan antara lain beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng kemasan, gula pasir, telur ayam ras, daging ayam segar, serta daging sapi beku.
Maino menambahkan pelaksanaan GPM merupakan tindak lanjut arahan Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar program tersebut terus diperluas melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
"Sehingga menjadi salah satu instrumen yang signifikan dalam menjaga stabilitas harga pangan," tutur Maino.