AS Desak Anggota PBB Hentikan Dukungan terhadap Perang Rusia di Ukraina

Wakil Utusan Tetap AS untuk PBB, Tammy Bruce. (Anadolu Agency)

AS Desak Anggota PBB Hentikan Dukungan terhadap Perang Rusia di Ukraina

Willy Haryono • 25 February 2026 09:30

Washington: Amerika Serikat (AS) menyerukan kepada seluruh negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghentikan segala bentuk dukungan yang memungkinkan berlanjutnya perang Rusia di Ukraina.

Washington memperingatkan bahwa konflik tersebut telah menimbulkan korban jiwa yang sangat besar serta mengancam perdamaian dan keamanan global.

"Empat tahun yang brutal telah berlalu sejak perang Rusia-Ukraina meningkat ke skala yang mengerikan seperti sekarang, mengakibatkan ribuan korban jiwa," ujar Wakil Utusan AS untuk PBB, Tammy Bruce, dalam sidang Dewan Keamanan PBB, seperti dikutip Anadolu Agency, Rabu, 25 Februari 2026.

Ia menegaskan bahwa konflik ini harus segera diakhiri melalui jalur diplomasi.

Bruce menekankan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, Washington terus mendorong penyelesaian melalui negosiasi. Menurutnya, kekuatan militer tidak akan pernah bisa menyelesaikan konflik ini, melainkan hanya solusi diplomatik yang disepakati oleh kedua belah pihak.

"Saat ini kita berada pada posisi yang paling dekat dengan kesepakatan dibandingkan waktu-waktu sebelumnya sejak perang dimulai. Namun, kesepakatan tersebut belum tercapai dan pertempuran masih terus berlanjut," tambah Bruce.

Dalam pernyataannya, Bruce secara spesifik menunjuk Tiongkok sebagai penyokong utama mesin industri perang Rusia. AS mendesak Beijing untuk berhenti memasok barang-barang kegunaan ganda serta komponen material yang digunakan dalam pembuatan drone dan senjata lainnya di Ukraina.

Selain Tiongkok, AS juga melontarkan kritik terhadap Korea Utara, Iran, dan Kuba yang diduga menyediakan pasukan, senjata, serta teknologi untuk memperpanjang konflik. AS meminta semua anggota PBB untuk memutus segala dukungan yang memungkinkan berlanjutnya perang yang dinilai memilukan tersebut.
 
Menanggapi tudingan tersebut, Utusan PBB untuk Tiongkok, Fu Cong, memberikan kritik tajam dan menyebut pernyataan AS sebagai upaya untuk memfitnah Beijing. Fu menegaskan bahwa Tiongkok bukanlah pencetus krisis Ukraina maupun pihak yang terlibat dalam konflik tersebut.

"Tiongkok terus menjaga hubungan ekonomi dan perdagangan normal baik dengan Rusia maupun Ukraina, termasuk dengan AS dan negara-negara Eropa," ujar Fu. Ia menuduh balik Washington telah melakukan manipulasi politik demi menciptakan konfrontasi blok dan perpecahan global.

Fu menyerukan agar AS berhenti mengalihkan perhatian, berhenti menyalahkan pihak lain, serta berhenti menciptakan konflik dan perang di seluruh dunia. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Drone Ukraina Serang Fasilitas Pipa Minyak Druzhba di Rusia

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)