Program Desa Emas 2026 Dorong UMKM Naik Kelas

Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026. Foto: Dok. Istimewa.

Program Desa Emas 2026 Dorong UMKM Naik Kelas

Putri Anisa Yuliani • 24 February 2026 23:05

Jakarta: Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Majalengka mulai mengikuti program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026. Inisiatif yang diprakarsai oleh INOTEK Foundation bersama Yayasan Indonesia Setara ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi melalui inovasi produk, seperti pembuatan hampers untuk menyambut momentum Idulfitri.

"Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pengalaman praktik keterampilan pembuatan hampers produk hilirisasi untuk mengoptimalkan pemasaran di Hari Raya Idulfitri. Lewat workshop ini, harapannya dapat meningkatkan peluang pendapatan bagi kelompok usaha desa, khususnya di Kabupaten Majalengka," ujar Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, di Majalengka, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 24 Februari 2026.
 


Sandiaga menjelaskan bahwa para pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan intensif selama enam bulan. Program ini dirancang untuk menciptakan kemandirian ekonomi desa dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada. 

Menurutnya, dukungan dari pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci agar produk desa tidak hanya menjadi komoditas lokal. Tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan mengungkapkan bahwa Pemkab Majalengka memiliki visi "Majalengka Langkung Sae" yang menempatkan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi. Berbagai program pendukung seperti GASIK (Gerakan Start-Up Inovatif & Kompetitif) dan MADU'E (Upaya Ekspor Produk Unggulan) telah disiapkan untuk bersinergi dengan program Desa EMAS.

"Kami memberikan dukungan fasilitas dengan penyediaan pendampingan NIB gratis, bantuan modal dari Baznas, serta fasilitas SIKIM untuk standarisasi produksi. Ini adalah langkah nyata memastikan UMKM Majalengka tidak hanya 'jago kandang', tetapi mampu bersaing di kancah nasional maupun global," tutur Dena.


Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026. Foto: Dok. Istimewa.

Antusiasme juga datang dari para peserta, salah satunya Aulia Putri dari KWT Mulya Mukti. Ia mengaku pelatihan ini sangat membantu pelaku usaha dalam memperbaiki kualitas kemasan (packaging) hingga strategi pemasaran digital. Dengan keterlibatan sektor perkebunan mangga hingga pengolahan hasil perikanan, program ini diharapkan menjadi katalisator pengentasan kemiskinan di wilayah Majalengka.

"Kegiatan ini sangat seru dan menyenangkan. Semoga dengan pelatihan ini usaha kita semakin berkembang dengan program," kata Aulia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)