Rusia dan Ukraina Saling Tuduh Serangan Udara Mereka Tewaskan Warga Sipil

Tentara Ukraina menembakkan artileri ke arah wilayah Rusia. (Anadolu Agency)

Rusia dan Ukraina Saling Tuduh Serangan Udara Mereka Tewaskan Warga Sipil

Muhammad Reyhansyah • 21 January 2026 15:26

Bryansk: Rusia dan Ukraina sama-sama melaporkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga sipil akibat serangan udara yang dilancarkan masing-masing pihak di tengah konflik yang masih berlangsung pada Selasa, 20 Januari.

Gubernur wilayah Bryansk, Alexander Bogomaz, mengatakan dua warga sipil tewas setelah sebuah drone kamikaze Ukraina menghantam kendaraan sipil di Distrik Pogarsky. Pernyataan tersebut disampaikan Bogomaz melalui akun Telegram resminya.

“Teroris Ukraina menyerang sebuah kendaraan sipil yang sedang bergerak dengan drone kamikaze di Desa Chausy, Distrik Pogarsky. Sayangnya, dua warga sipil tewas akibat serangan tersebut,” ujar Bogomaz, dikutip dari TRT World, Rabu, 21 Januari 2026.

Sementara itu di Ukraina, Kepala Administrasi Militer Regional Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, menyatakan bahwa serangan artileri Rusia menewaskan sepasang suami istri serta seorang tetangga mereka yang berusia 57 tahun.

Fedorov menambahkan, sedikitnya enam rumah warga mengalami kerusakan, sementara tiga kendaraan dilaporkan terbakar akibat serangan tersebut.

Secara terpisah, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan lebih dari satu juta warga di Kyiv mengalami pemadaman listrik setelah Rusia kembali menyerang infrastruktur energi.

“Hingga malam ini, lebih dari satu juta konsumen di Kyiv saja tidak memiliki listrik. Sejumlah besar bangunan juga tanpa pemanas, lebih dari 4.000 blok apartemen,” tulis Zelenskyy dalam pernyataannya di Telegram.

Ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah meminimalkan dampak serangan terhadap warga sipil. “Semua upaya harus diarahkan untuk meredakan situasi,” tambahnya.

Baca juga:  Serangan Rusia Lumpuhkan Kyiv Ukraina, Jutaan Warga Tanpa Listrik dan Pemanas

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)