Pakar Sebut Kendaraan Listrik Jadi Instrumen Efektif Tekan Beban Subsidi dan Polusi

Ilustrasi mobil listrik. Foto: dok Neta.

Pakar Sebut Kendaraan Listrik Jadi Instrumen Efektif Tekan Beban Subsidi dan Polusi

Husen Miftahudin • 20 January 2026 15:21

Jakarta: Pengamat otomotif Sony Susmana menilai kendaraan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) merupakan instrumen paling efektif untuk menekan beban subsidi energi sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.
 
"Dibandingkan kendaraan bermesin konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) maupun Hybrid Electric Vehicle (HEV), BEV dinilai memberikan dampak fiskal dan lingkungan yang lebih optimal," kata Sony yang juga merupakan Senior Instructor Safety Defensive Driving Consultant Indonesia, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 20 Januari 2026.
 
Menurut dia, peningkatan adopsi BEV dipandang krusial untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang selama ini menjadi beban anggaran.
 
"Dengan beralih ke transportasi berbasis listrik, pemerintah dinilai memiliki ruang lebih besar untuk mengendalikan tekanan fiskal sekaligus mendukung agenda transisi energi," kata dia.
 

Baca juga: Ekosistem SPKLU Dukung Pencapaian Target Dekarbonisasi hingga Pertumbuhan Ekonomi 8%


(Ilustrasi mobl listrik. Foto: Medcom.id)
 

Mampu tekan subsidi energi

 
Jika dilihat, ungkap Sony menjelaskan, data Kementerian Keuangan menunjukkan alokasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,62 triliun, meningkat dari realisasi 2023 sebesar Rp164,3 triliun. Tren kenaikan tersebut mempertegas urgensi kebijakan yang mendorong pergeseran dari kendaraan berbasis fosil menuju kendaraan listrik.
 
"BEV memiliki potensi besar dalam menurunkan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Dalam jangka menengah hingga panjang, hal ini berdampak positif terhadap kesehatan fiskal negara," papar Sony.
 
Dari sisi lingkungan, Sony menjelaskan BEV unggul karena tidak menghasilkan emisi gas buang. Berbeda dengan kendaraan hybrid yang masih mengandalkan mesin pembakaran internal, BEV sepenuhnya menggunakan tenaga listrik sehingga dinilai sebagai teknologi paling bersih di sektor transportasi.
 
Selain itu, papar dia, efisiensi energi BEV juga lebih tinggi karena tidak melalui proses pembakaran yang menyebabkan kehilangan energi.
 
"Dengan pertumbuhan infrastruktur pengisian daya yang terus meningkat, BEV diposisikan sebagai pilar utama dalam transformasi transportasi rendah emisi di Indonesia," beber dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)