Emil Salim Ingatkan Bahaya Pembangunan yang Mengorbankan Alam

Ekonom senior Prof Emil Salim menjadi keynote speech pada Metro TV Green Summit 2026 di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga

Emil Salim Ingatkan Bahaya Pembangunan yang Mengorbankan Alam

Cony Brilliana • 22 January 2026 15:47

Jakarta: Ekonom senior Prof Emil Salim menegaskan pentingnya pembangunan Indonesia tanpa mengorbankan kelestarian alam. Ia mengingatkan, kekayaan sumber daya alam tidak akan bermakna jika pembangunan justru melahirkan bencana dan penderitaan bagi masyarakat.

Dalam forum bertema Accelerating Indonesia’s Green Transition tersebut, Emil menekankan tantangan terbesar Indonesia bukan sekadar membangun, melainkan menentukan arah pembangunan yang menyatukan manusia, alam, dan kerja dalam satu kesatuan berkelanjutan.

“Jika manusia dengan otak, teknologi, dan kemampuan akal pikirannya membongkar alam, alam hanya bisa menjawab kembali dengan banjir, kerusakan udara, dan sebagainya. Dari situ lahir pekik perjuangan membangun tanpa merusak, membangun dengan wawasan lingkungan,” tegas Emil saat menjadi keynote speech pada Metro TV Green Summit 2026 di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.

Emil menyoroti paradoks Indonesia sebagai negara kaya sumber daya alam, namun masih menghadapi persoalan kemiskinan dan kerentanan lingkungan. Orientasi pembangunan yang mengabaikan daya dukung alam, menurutnya, telah memicu banjir, pencemaran udara, serta kerusakan ekosistem yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
 

Ia mengajak seluruh pihak kembali mempertanyakan makna pembangunan, terutama ketika aktivitas ekonomi dilakukan dengan cara membongkar hutan, membuka lahan secara masif, dan mengorbankan keselamatan lingkungan hidup.

“Bagaimana membangun tanpa merusak? Bagaimana membangun lingkungan hidup yang segar, udara bersih, air mengalir, bukan karena perintah pemerintah atau peraturan, tetapi lahir dari hati nurani,” ujar dia.

Kerusakan lingkungan bukan semata kesalahan alam


Lebih jauh, Emil menegaskan kerusakan lingkungan bukan semata kesalahan alam, melainkan konsekuensi dari pilihan manusia dalam memanfaatkan teknologi dan sumber daya. Alam, kata dia, akan selalu merespons perlakuan manusia, baik dalam bentuk keseimbangan maupun bencana.


Metro TV menggelar Green Summit 2026 di Hotel Grand Sahid Jakarta. Foto: Metro TV/Cony Brilliana 

Menurut Emil, pembangunan berwawasan lingkungan sejatinya telah lama digaungkan, namun implementasinya kerap kalah oleh kepentingan ekonomi jangka pendek yang hanya menguntungkan segelintir pihak.

“Alam dan manusia saling berkaitan. Karena itu, setiap orang, bukan hanya pemerintah, memiliki kewajiban menjalankan kehidupan dan pekerjaan dengan menyatukan alam, manusia, dan kerja dalam satu kesatuan,” lanjut dia.
 
Emil menilai pembangunan tanpa kesadaran lingkungan justru akan menimbulkan biaya sosial dan ekologis yang jauh lebih besar di masa depan. Oleh sebab itu, tanggung jawab menjaga alam tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan menjadi kewajiban bersama seluruh elemen bangsa.

Metro TV Green Summit 2026 digelar sebagai forum kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat transformasi ekonomi hijau di Indonesia. Kegiatan ini mendukung agenda pemerintah menuju Net Zero Emissions 2060 serta visi Indonesia Emas 2045.

Forum tersebut menghadirkan pembuat kebijakan, pelaku industri, dan dunia usaha untuk membahas integrasi hijau, yakni kesejahteraan, keadilan, batas planet, serta efisiensi dan kecukupan sebagai fondasi pembangunan nasional berkelanjutan, serta efisiensi dan kecukupan sebagai fondasi pembangunan nasional berkelanjutan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Misbahol Munir)