Presiden Prabowo Subianto. Foto: tangkap layar Metro TV
Prabowo Bersyukur Ketahanan Energi Stabil di Tengah Krisis
Gervin Nathaniel Purba • 21 October 2026 18:06
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto cukup bersyukur karena Indonesia masih memiliki ketahanan energi di tengah tingginya harga minyak dunia. Indonesia, kata Prabowo, masih memiliki pilihan sumber energi lain.
"Batu bara kita masih banyak. Geotermal kita banyak. Terutama kita bisa buat diesel solar dari tanaman biodiesel kita. Nanti akan sangat membantu kita," ujar Prabowo, dalam sidang kabinet paripurna 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri, dalam program Breaking News Metro TV, Rabu, 21 Oktober 2026.
Menurut Prabowo, saat ini bangsa Indonesia sudah berhasil mencapai B50. Mimpi besarnya, Indonesia ditargetkan juga bisa mencapai E50.
Tahun ini, ujar Prabowo, Indonesia baru bisa mencapai E10. Dalam dua tahun ke depan, ditargetkan bisa mencapai E20. Setelah itu diharapkan bisa mencapai E50.
"Pada saat E50 dan B50. InsyaAllah tidak perlu impor BBM lagi dari luar," kata dia.
.jpeg)
Sidang Kabinet Paripurna 2 tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: tangkapan layar.
Swasembada pangan di tengah kekeringan
Selain bersyukur akan ketahanan energi, Prabowo juga bersyukur dari sisi ketahanan pangan. Terlebih Indonesia sudah bisa swasembada pangan di tengah kemarau panjang.
"Bersyukur sudah swasembada pangan di musim yang sangat sulit," ungkap Prabowo.
Dia bersyukur swasembada pangan bisa tercapai dalam waktu dua tahun. Stok pangan sangat vital. Jika stok pangan tidak terpenuhi dalam keadaan krisis, bisa membuat goyah masyarakat.
"Pangan itu menentukan, karena sekarang bisa jadi senjata dalam keadaan krisis. Kita punya uang pun mungkin tidak bisa beli beras dari negara lain," ucap Prabowo.