HSBC Ramal Inflasi Indonesia Turun ke 2,7% Tahun Depan

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

HSBC Ramal Inflasi Indonesia Turun ke 2,7% Tahun Depan

Eko Nordiansyah • 29 September 2026 20:49

Jakarta: HSBC memperkirakan inflasi Indonesia turun menjadi rata-rata 2,7 persen pada 2027. Proyeksi tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi tahun ini yang diperkirakan berada sedikit di atas tiga persen.

Chief Asia Economist HSBC Frederic Neumann mengatakan inflasi Indonesia saat ini relatif stabil dan masih berada dalam kisaran sasaran Bank Indonesia (BI).

"Kami memperkirakan inflasi sedikit di atas tiga persen tahun ini dan turun menjadi 2,7 persen tahun depan. Itu sangat stabil," ujar Frederic dalam media briefing HSBC Indonesia di St. Regis Jakarta, Selasa, 29 September 2026.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Risiko tekanan harga pangan

Meski demikian, Frederic mengingatkan adanya risiko kenaikan harga pangan akibat El Niño. Jika harga pangan naik, inflasi secara keseluruhan juga dapat terdorong. Namun, sejauh ini HSBC belum melihat tekanan yang besar dari faktor tersebut.

Menurut Frederic, tanpa tekanan tambahan dari El Niño, inflasi berpeluang turun secara bertahap sepanjang 2027 hingga mencapai rata-rata 2,7 persen. Prospek itu menjadi salah satu alasan HSBC menilai BI tidak perlu menaikkan suku bunga jauh lebih tinggi.

HSBC memperkirakan siklus pengetatan moneter di Indonesia hampir berakhir. Frederic menyebut masih ada peluang satu kali kenaikan suku bunga pada 2026 sebelum siklus tersebut selesai. (Selsha Septifanie Gunawan)

(Eko Nordiansyah)