Konpers rangkaian peringatan Satu Abad Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur. Foto: Dok. Istimewa.
Pesantren di Jember Perkuat Kaderisasi Keilmuan Lintas Generasi
Fachri Audhia Hafiez • 27 September 2026 16:03
Jember: Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung, Jember, Jawa Timur, memperkuat tradisi kaderisasi keilmuan. Hal ini untuk menjaga keberlanjutan sanad kepondokmodernan lintas generasi.
"Ini bentuk komitmen kami menjaga sanad keilmuan tersebut. Kami memang dipersiapkan sebagai kader lembaga ini untuk meneruskan sanad kepondokmodernan," ujar Wakil Pimpinan PP Baitul Arqom Ustaz Ismat Syauqi dalam keterangannya, dikutip Minggu, 27 September 2026.
Baca Juga :
Ismat menjelaskan, tradisi menimba ilmu di Pondok Modern Darussalam Gontor terus berlanjut tanpa terputus sejak kakeknya, KH. Abdul Mu'id Sulaiman, lulus Kulliyatu-l-Mu'allimin Al-Islamiyah (KMI) Gontor pada 1943. Hingga kini, terdapat lebih dari 30 hingga 50 anggota keluarga besar yang mengeyam pendidikan di Gontor maupun Baitul Arqom.
Didirikan pada 1959, Baitul Arqom memegang peranan krusial dalam peta pendidikan Islam di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur. Lembaga ini mencatatkan sejarah sebagai pesantren alumni KMI Gontor pertama di Indonesia.
Pimpinan PP Baitul Arqom Izzat Fahd menegaskan, hubungan dengan Gontor bukan sekadar afiliasi kelembagaan, melainkan keterikatan sanad keilmuan dan spirit perjuangan yang mengakar selama empat generasi. Nilai-nilai, sistem KMI, hingga Panca Jiwa Gontor konsisten menjadi ruh pendidikan pesantren.
"Model pendidikan ala Gontor yang kami terapkan terbukti mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat. Santri kami berasal dari berbagai latar belakang dan daerah. Baitul Arqom hadir sebagai perekat umat," tegas Izzat Fahd.

Konpers rangkaian peringatan Satu Abad Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur. Foto: Dok. Istimewa.
Sejak berdiri, pesantren ini konsisten menanamkan nilai nasionalisme dan Islam inklusif dengan prinsip "Berdiri di Atas dan Untuk Semua Golongan". Selama lebih dari enam dekade, Baitul Arqom telah melahirkan ribuan alumni di berbagai sektor strategis nasional, salah satunya mantan Kapolri Jenderal (Purn.) Badrodin Haiti.
Menghadapi tantangan zaman, Baitul Arqom kini melangkah mengembangkan kedaulatan pesantren berbasis ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi umat di kawasan agraris, tanpa mengesampingkan kurikulum KMI.