Ilustrasi ganjil genap di DKI Jakarta. Foto: MI/Susanto.
Nasib Ganjil Genap Jakarta Ditentukan Setelah MRT Tembus Kota Tua
Fachri Audhia Hafiez • 12 October 2026 19:55
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkap nasib kebijakan ganjil-genap (gage) di Ibu Kota. Kebijakan ini akan diputuskan setelah pembangunan jalur Moda Raya Terpadu (MRT) hingga ke Stasiun Kota Tua rampung sepenuhnya.
"Tentunya kalau saya jawab sekarang, saya tidak melihat kenyataan yang ada," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, dilansir Antara, Senin, 12 Oktober 2026.
Pramono menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah menyelesaikan pembangunan jalur MRT fase selanjutnya yang ditargetkan membentang dari Pondok Labu hingga Kota Tua pada 2029. Sementara untuk jalur dari Lebak Bulus menuju kawasan Harmoni dan Monas diharapkan dapat beroperasi lebih awal pada 2027.
Pramono optimistis jika proyek MRT hingga Kota Tua rampung, kemacetan akibat pengerjaan di sepanjang jalur tersebut dapat teratasi. Setelah kondisi lalu lintas stabil, Pemprov DKI baru bisa mengevaluasi apakah kebijakan ganjil-genap masih perlu dilanjutkan atau ditiadakan.
“Begitu saya cabut kebijakan ini, ternyata belum selesai sampai dengan Kota Tua, pasti lalu lintas ataupun transportasinya juga terganggu," ujar Pramono.
.jpg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. Foto: Metro TV/Aris Setya.
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta sedang mengkaji penerapan ganjil-genap di beberapa ruas jalan yang terdampak langsung oleh pembangunan MRT, seperti Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Pengerjaan fisik proyek telah mengubah pola lalu lintas di kawasan tersebut secara signifikan.
"Karena memang beberapa ruas sekarang ini terdampak, misalnya seperti Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan sebagainya. Sedang kita kaji untuk segera diputuskan," ujar Pramono.