Apel Gelar Pasukan, Baharkam Polri Gandeng Basarnas, Damkar, dan BPBD Siaga Bencana Alam

Personel gabungan mengikuti apel kesiapsiagaan bencana alam yang digelar Baharkam Polri di Depok, Rabu, 4 November 2026. (dok. Baharkam Polri)

Apel Gelar Pasukan, Baharkam Polri Gandeng Basarnas, Damkar, dan BPBD Siaga Bencana Alam

Patrick Pinaria • 5 November 2026 08:37

Depok: Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri menyiagakan 305 personel gabungan bersama Basarnas, pemadam kebakaran, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menghadapi potensi bencana alam, khususnya banjir dan tanah longsor.

Kesiapan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Jossy Kusumo di Mako Korsabhara Baharkam Polri, Kelapa Dua, Depok, Rabu, 4 November 2026.

Irjen Jossy mengatakan apel kesiapsiagaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh personel, peralatan, dan sarana pendukung dalam kondisi siap menghadapi potensi bencana, sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi dalam penanganan keadaan darurat.

"Kita harus memastikan seluruh personel dan peralatan siap digerakkan kapan pun dibutuhkan. Penanganan bencana harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun petugas di lapangan," ujar Jossy.

Sebanyak 305 personel mengikuti apel tersebut, terdiri dari 260 personel Korsabhara Baharkam Polri, serta masing-masing 15 personel dari Basarnas, pemadam kebakaran, dan BPBD.


Jajaran personel Baharkam Polri dan instansi terkait mengikuti apel kesiapsiagaan bencana alam di Depok. (dok. Baharkam Polri)

Selain kesiapan personel, Baharkam Polri juga menyiagakan berbagai peralatan penyelamatan, mulai dari kendaraan taktis SAR, perahu karet, kendaraan pengangkut logistik, hingga fasilitas penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana.

Dukungan satwa kepolisian turut disiapkan, termasuk anjing pelacak K-9 untuk membantu pencarian korban tertimbun longsor maupun reruntuhan bangunan, serta kuda Turangga untuk menjangkau wilayah terisolasi yang sulit dilalui kendaraan.
 



Jossy menegaskan kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan penanganan darurat. Menurutnya, langkah pencegahan melalui patroli, pemantauan wilayah rawan, dan edukasi masyarakat harus terus ditingkatkan.

"Kita tidak boleh hanya bergerak ketika bencana sudah terjadi. Patroli dan pemantauan wilayah rawan harus diperkuat, sekaligus mengajak masyarakat mengenali potensi bahaya dan meningkatkan kewaspadaan sejak dini," katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar mengedepankan profesionalisme, kepedulian, dan pendekatan humanis dalam setiap operasi kemanusiaan, terutama saat membantu evakuasi maupun memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.

Menurut Jossy, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang efektif. Karena itu, komunikasi dan kolaborasi antara kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat harus terus diperkuat.

"Kekuatan kita bukan hanya terletak pada kesiapan personel dan peralatan, tetapi juga pada kedekatan, kepercayaan, dan kebersamaan dengan masyarakat. Polisi bersama masyarakat, bersama kita hadapi bencana, bersama kita selamatkan sesama," tegasnya.

Apel kesiapsiagaan tersebut turut dihadiri Deputi Operasi Pencarian dan Pertolongan dan Kesiapsiagaan Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok Rahman Pujianto, serta perwakilan instansi terkait.

Melalui kesiapsiagaan lintas instansi ini, Baharkam Polri berupaya memperkuat langkah antisipasi sekaligus mempercepat respons penanganan bencana guna meminimalkan risiko korban jiwa dan dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat.

(Patrick Pinaria)