Dugaan Serangan Siber Ganggu Sistem Pendingin Supermarket di 11 Negara Eropa

Serangan siber yang diduga menyasar sistem pendingin supermarket meluas ke 11 negara Eropa. (Anadolu Agency)

Dugaan Serangan Siber Ganggu Sistem Pendingin Supermarket di 11 Negara Eropa

Willy Haryono • 4 November 2026 06:02

Berlin: Serangan siber yang diduga menyasar sistem pendingin merugikan sejumlah bisnis pangan seperti supermarket di berbagai negara Eropa.

Jerman, Yunani, dan Italia melaporkan insiden serupa pada Selasa, 3 November 2026, setelah gangguan terjadi sehari sebelumnya di delapan negara lain.

Mengutip dari Anadolu, para peretas diduga memanipulasi pengaturan suhu perangkat pendingin dengan mengubah mode pendinginan menjadi pemanas atau pencairan bunga es (defrost). Akibatnya, sejumlah produk makanan rusak dan harus dibuang.

Jerman

Di Jerman, peretas diduga mengubah pengaturan sistem pendingin menjadi mode pemanas di sejumlah supermarket di negara bagian Rhine-Westphalia Utara dan Bavaria pada Senin malam.

Penyiar publik Tagesschau melaporkan bahwa sejumlah besar makanan terpaksa dibuang akibat insiden tersebut.

Seorang manajer regional Asosiasi Kesejahteraan Pekerja, yang mengoperasikan supermarket CAP terdampak, mengonfirmasi serangan tersebut kepada Kantor Berita Jerman (DPA).

Gangguan memengaruhi rak pendingin dan fasilitas penyimpanan eksternal. Serangan itu dilaporkan menyasar perusahaan yang bertanggung jawab melakukan pemeliharaan sistem secara jarak jauh.

Kepolisian di Lower Bavaria juga menyelidiki insiden di gerai Edeka di Reisbach atas dugaan spionase data dan manipulasi data.

Yunani

Di Yunani, sebuah toko daging di kawasan Kifisia, Athena, melaporkan bahwa peretas berhasil mengakses sistem pengendali pendingin dan mengatur suhu hingga 150 derajat Celsius.

Surat kabar Capital mengutip pemilik toko, Giorgos Boumpas, yang mengatakan perangkat pendingin tidak dapat dikendalikan secara manual karena akses ke sistem telah terputus.

Seorang teknisi baru berhasil memulihkan kendali atas sistem setelah dua jam. Boumpas mengatakan teknisi tersebut juga melaporkan kejadian serupa di dua bisnis lain yang berada tidak jauh dari tokonya.

Setelah insiden tersebut, toko itu menonaktifkan koneksi Wi-Fi.

Italia

Otoritas Italia membuka penyelidikan setelah gangguan pada sistem pendingin supermarket menyebabkan sejumlah makanan membusuk, menurut kantor berita ANSA.

Jaringan supermarket Conad mengonfirmasi lima gerainya terdampak, terdiri atas dua gerai di Veneto dan tiga di Sisilia. Tim teknis dikerahkan untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Setelah berkoordinasi dengan pejabat intelijen dan Badan Keamanan Siber Nasional, pemerintah Italia menyatakan dampak insiden sejauh ini masih terbatas.

Pemerintah juga menyebut sebagian toko masih menggunakan perangkat lama yang memiliki kerentanan keamanan. Kepolisian Pos Italia kemudian membuka penyelidikan.

Delapan Negara Eropa Lebih Dulu Terdampak

Sehari sebelumnya, Senin, insiden serupa dilaporkan terjadi di Swedia, Belgia, Estonia, Luksemburg, Belanda, Irlandia, dan Denmark. Sementara itu, sejumlah peritel di Finlandia menyelidiki kemungkinan kaitan antara gangguan suhu dan serangan siber.

Di Swedia, sejumlah gerai ICA dan enam gerai Coop terdampak. Di salah satu gerai ICA di Pulau Oland, seorang manajer menemukan lantai toko tergenang air dan suhu freezer menunjukkan angka 55 derajat Celsius.

ICA mengatakan koneksi yang terdampak berada di luar jaringan pusat perusahaan, sedangkan Coop mengonfirmasi adanya manipulasi tanpa izin.

Di Belgia, jaringan supermarket Delhaize, Carrefour, dan Spar terdampak. Jaksa penuntut kemudian membuka penyelidikan pidana.

Perusahaan pemasang sistem pendingin, Sabcobel, mengatakan para pelaku dari jarak jauh mengubah evaporator ke mode pencairan bunga es. Seorang pemilik toko memperkirakan kerugian makanan mencapai sedikitnya 60.000 euro atau lebih dari US$67.000.

Carrefour mengonfirmasi 15 gerainya menjadi sasaran. IKEA juga melaporkan serangan di gerainya di Mons. Sementara itu, Colruyt dan Intermarché melaporkan gangguan pendingin, tetapi belum mengonfirmasi adanya serangan siber.

Ahold Delhaize melaporkan insiden teknologi informasi yang memengaruhi puluhan gerai di Belgia dan Luksemburg.

Di Irlandia, dugaan serangan siber memengaruhi perangkat pendingin di 13 gerai SuperValu. Perusahaan induknya, Musgrave, kemudian menyatakan seluruh gerai telah kembali beroperasi normal, menurut laporan RTE.

Sebuah produsen makanan di Denmark juga menjadi sasaran. Konfederasi Industri Denmark mengatakan kepada penyiar DR bahwa pemasok perusahaan tersebut berhasil menghentikan serangan.

Di Belanda, sedikitnya 17 bisnis menjadi sasaran, menurut perusahaan teknologi pendingin Danfoss kepada NOS. Perusahaan itu menyebut sistem yang terdampak menggunakan kata sandi bawaan dan beroperasi di luar jaringan yang aman.

Ketahanan Pangan Eropa

Sementara itu, sejumlah gerai yang dioperasikan Kesko di Finlandia melaporkan ketidaknormalan suhu. Penyiar Yle menyebut kemungkinan serangan siber masih diselidiki.

Di Estonia, peretas dilaporkan berhasil mengakses komputer yang mengendalikan sistem pendingin sebuah supermarket Selver dan mengubah suhu freezer, menurut penyiar ERR.

Industri pengolahan daging Inggris juga sebelumnya dilaporkan menjadi sasaran serangan siber oleh pejabat keamanan.

Komisaris Pertanian dan Pangan Uni Eropa Christophe Hansen menyebut serangan-serangan tersebut sebagai upaya yang disengaja untuk mengganggu ketahanan pangan Eropa, menurut laporan DR.

Hansen mengatakan ketahanan pangan Eropa belum berada dalam ancaman, tetapi mendesak negara-negara untuk memperkuat koordinasi dan ketahanan rantai pasok pangan.

Baca juga: NCC 2026 Dorong Penguatan Ketahanan Siber Nasional di Era AI

(Willy Haryono)