Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Minyak Dunia Menguat Lagi di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Husen Miftahudin • 3 October 2026 07:57
Houston: Harga minyak mentah dunia berbalik menguat pada perdagangan Jumat waktu setempat, dimana sebelumnya tertekan oleh peningkatan aliran minyak mentah dari Timur Tengah dan rencana negara-negara Kelompok Tujuh (G7) melepas cadangan minyak darurat.
Mengutip Investing.com, Sabtu, 3 Oktober 2026, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik 0,5 persen menjadi USD102,79 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November naik 0,1 persen menjadi USD91,24 per barel.
Meski berbalik menguat pada akhir pekan, kedua kontrak minyak tersebut masih mencatatkan penurunan secara mingguan. Brent turun 1,5 persen sepanjang pekan, sedangkan WTI terkoreksi 1,2 persen.
Harga Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Tembus USD102/Barel
Ketegangan Timur Tengah masih bayangi pasar
Perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran turut menjadi perhatian pelaku pasar minyak. Pada Kamis, Wall Street Journal melaporkan Washington tengah mempertimbangkan pengerahan kelompok kapal induk dan pasukan tambahan ke Timur Tengah pada akhir November. Rencana tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai potensi gangguan terhadap aliran minyak dari kawasan tersebut.
Wall Street Journal juga melaporkan Presiden AS Donald Trump menyampaikan kepada para pembantunya mengenai perkiraan melanjutkan serangan terhadap Iran pada November setelah pemilihan paruh waktu AS.
Media pemerintah Iran pada Jumat melaporkan Korps Garda Revolusi Islam akan memberikan respons terhadap setiap agresi atau ancaman. Minimnya perkembangan diplomatik antara Washington dan Teheran membuat pelaku pasar tetap mencermati risiko gangguan pasokan minyak.
Sebelumnya, terdapat harapan mengenai terobosan diplomatik antara kedua negara dalam agenda Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Namun, pertemuan tersebut tidak menghasilkan perkembangan nyata dalam negosiasi kedua negara.
Di tengah ketegangan geopolitik, data pengiriman menunjukkan peningkatan aliran minyak mentah dari Timur Tengah pada pekan ini. TankerTrackers.com pada Rabu melaporkan total ekspor minyak mentah Timur Tengah melonjak 36 persen secara mingguan menjadi 17,92 juta barel per hari.
Peningkatan tersebut turut didorong kembali beroperasinya Pipa Timur-Barat Arab Saudi. Jalur tersebut sempat ditutup selama beberapa hari setelah serangan pesawat nirawak oleh Houthi yang didukung Iran.
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
G7 siapkan pelepasan cadangan minyak
Perhatian pasar juga tertuju pada langkah negara-negara G7 untuk menekan harga minyak global. Negara-negara G7 menyatakan akan segera melepas hingga 100 juta barel minyak mentah dari cadangan darurat selama empat bulan ke depan melalui koordinasi Badan Energi Internasional (IEA).
Sementara itu, harga solar global meningkat di tengah konflik yang berlangsung di Timur Tengah serta serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia.
Di AS, harga rata-rata solar nasional mencapai rekor USD6,5276 per galon pada 22 September 2026. Harga tersebut kemudian turun menjadi USD6,3726 per galon, berdasarkan data AAA. Kondisi tersebut menjadi perhatian menjelang pemilihan paruh waktu AS.
Reuters sebelumnya melaporkan Gedung Putih mendorong Uni Eropa mengurangi persediaan darurat solar untuk membantu menurunkan harga global. Laporan tersebut mengutip dua sumber yang mengetahui upaya tersebut.
Financial Times juga melaporkan Trump mempertimbangkan sejumlah langkah, termasuk kemungkinan pembatasan ekspor solar, untuk menekan harga di dalam negeri. "Saya yang meminta ini. Eropa memiliki banyak bahan bakar diesel dan mereka akan memberikan kontribusi besar bagi dunia — dan begitu juga kita. Kami tidak akan memberlakukan larangan ekspor," kata Trump.
Sementara itu, kontrak berjangka minyak pemanas untuk pengiriman November sempat turun setelah pengumuman G7. Namun, kontrak tersebut kemudian berbalik menguat dan terakhir naik 1,2 persen menjadi USD4,5559 per galon.