Lalu Lintas Jakarta Normal saat Penyampaian Aspirasi

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

Lalu Lintas Jakarta Normal saat Penyampaian Aspirasi

Muhammad Adyatma Damardjati • 28 October 2026 13:29

Jakarta: Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya memastikan arus lalu lintas di Jakarta masih normal di tengah aksi penyampaian aspirasi. Pengalihan arus belum diberlakukan.

“Untuk hari ini, situasi arus lalu lintas masih kita tetapkan masih normal. Kita mengutamakan masyarakat dulu untuk melakukan aktivitas seperti biasa. Namun nanti apabila ada hal-hal yang mengganggu, kita akan lakukan pengalihan arus,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Firman Darmansyah di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.

Firman menjelaskan pihaknya telah mengantisipasi pengalihan arus di sejumlah ruas jalan. Di antaranya Sudirman-Thamrin dan jalur lain yang berpotensi terdampak.

“Personel sudah kita plotting, pola-pola untuk pengalihan arusnya sudah kita lakukan, kita simulasikan. Namun sampai saat ini masih normal, belum ada pengalihan arus,” kata Firman.

Firman menegaskan kepentingan masyarakat untuk beraktivitas menjadi prioritas. Pengalihan arus hanya dilakukan jika situasi di lapangan membutuhkan.

“Kita mengutamakan kepentingan masyarakat dulu untuk beraktivitas,” ucap Firman.

Firman menyebut kepadatan di Sudirman-Thamrin menjadi perhatian, terutama saat jam pulang kerja. Personel telah disiagakan untuk melakukan rekayasa arus jika terjadi kemacetan.

“Apabila nanti macet, stuck, tentunya kita sudah melakukan rekayasa arus lalu lintas dan anggota kita semua sudah tergelar,” ujar Firman.


Ilustrasi lalu lintas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Foto: dok. Antara. 

Firman merinci personel yang dikerahkan untuk pengaturan lalu lintas. Menurut Firman, jumlahnya sekitar 1.000 personel dan akan ditambah jika terjadi kemacetan.

“Hari ini untuk lalu lintas saja ada sekitar 1.000 personel. Nanti apabila terjadi kemacetan, kita tambah penebalan-penebalan,” pungkas Firman.

(Gabriella Thesa Widiari)