Kuliner Khas Dayak Kalbar Perluas Jangkauan Pasar

Kuliner khas Dayak Kalimantan Barat memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar nasional. Foto: Dok. Istimewa.

Kuliner Khas Dayak Kalbar Perluas Jangkauan Pasar

Akmal Fauzi • 16 July 2026 19:48

Jakarta: Kuliner khas Dayak Kalimantan Barat memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar nasional. Hal ini seiring tingginya minat masyarakat terhadap menu tradisional. 

"Kami percaya makanan tradisional memiliki potensi untuk diterima lebih luas tanpa kehilangan identitas budayanya," ujar Founder Bipang Ambawang, Juniarto, dalam keterangannya, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 16 Juli 2026.
 


Menyambut hari jadinya yang keenam pada November mendatang, jaringan restoran Bipang Ambawang bersiap melebarkan sayap. Mereka akan membuka gerai kelima di Green Lake City pada 31 Juli 2026.

"Sejak awal saya ingin kuliner Dayak tidak hanya dikenal oleh masyarakat Dayak sendiri, tetapi juga bisa dinikmati semua kalangan," ucap Juniarto.

Juniarto menjelaskan, salah satu menu pendamping khas Dayak yang kini menjadi favorit pelanggan di luar Kalimantan adalah Daukng Manggala Tutuk. Masuknya menu-menu tradisional ke pasar modern ini membuktikan hidangan daerah mampu melakukan penetrasi pasar yang luas tanpa menanggalkan identitas kebudayaannya.

Berdayakan 70 Persen Pemuda Dayak

Didirikan pada 2020, Bipang Ambawang berkomitmen melestarikan kebudayaan Dayak secara menyeluruh. Komitmen ini diwujudkan dengan menyerap sekitar 70 persen tenaga kerja yang merupakan putra-putri asli Dayak untuk operasional restoran.

"Kami ingin masyarakat mengenal budaya Dayak bukan hanya dari kulinernya, tetapi juga melalui keramahan dan profesionalisme orang-orang yang bekerja di dalamnya," kata Juniarto.


Kuliner khas Dayak Kalimantan Barat memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar nasional. Foto: Dok. Istimewa.

Hingga kini, Bipang Ambawang telah beroperasi di sejumlah titik strategis seperti Ambawang Pontianak, Pantai Indah Kapuk (PIK), PIK 2, Gading Serpong, dan menyusul di Green Lake City. Restoran ini juga konsisten menggunakan bahasa Dayak dalam penamaan menu untuk melestarikan bahasa daerah.

"Harapan kami sederhana, semakin banyak kuliner Dayak hadir di berbagai kota sehingga masyarakat semakin mudah mengenal kekayaan budaya Kalimantan Barat," ucap Juniarto.

(Fachri Audhia Hafiez)