Tujuh SD di Kulon Progo Tak Dapat Murid Baru, Ini Penyebabnya

Ilustrasi. Metrotvnews.com.

Tujuh SD di Kulon Progo Tak Dapat Murid Baru, Ini Penyebabnya

Ahmad Mustaqim • 16 July 2026 11:32

Kulon Progo: Tujuh sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tak mendapat murid baru. Data Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulon Progo menunjukkan sekolah tersebut terdiri atas empat SD negeri dan tiga SD swasta.

Sekretaris Disdikpora Kabupaten Kulon Progo, Nur Hadiyanto mengatakan SD yang tak mendapat murid di antaranya SDN Balong (Kecamatan Samigaluh), SDN 2 Ngaliyan (Kecamatan Samigaluh), SDN Pendem (Kecamatan Pengasih), dan SDN Wijimulyo Lor (Kecamatan Nanggulan). Adapun tiga SD sisanya berstatus swasta, yakni SD BOPKRI Gunung Ijo, SD Kristen Plampang, dan SD Kanisius Pelem Dukuh.

"Faktor (penyebab SD tak mendapat murid) berbagai macam, termasuk turunnya angka kelahiran di Kulon Progo memicu penurunan jumlah anak usia sekolah," ujarnya di Kulon Progo, Kamis, 16 Juli 2026. 
 


Selain faktor menurunnya angka kelahiran, jumlah SD di Kabupaten Kulon Progo saat ini dinilai lebih banyak dibandingkan jumlah anak usia sekolah. Hampir setiap dusun memiliki setidaknya satu SD, sehingga banyak sekolah kekurangan siswa.

Nur Hadiyanto menyebut guru di sekolah yang kekurangan murid terancam kekurangan jadwal mengajar. Kondisi tersebut dapat berdampak pada pencairan tunjangan profesi guru (TPG).

"Kekurangan murid bisa berdampak pada pencairan TPG," katanya. 


Kondisi ruang Kelas I SDN 4 Seloromo, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Triawati Prihatsari)


Salah satu syarat pencairan TPG adalah guru harus memenuhi jumlah minimal jam pelajaran. Selain itu, setiap rombongan belajar (rombel) juga harus memiliki sedikitnya 20 siswa.

"Kalau kurang dari 20 anak terancam tidak bisa menerima TPG, maka solusi dari kami adalah menugaskan guru untuk menambah jam pelajaran di sekolah lain," ungkapnya. 

(Silvana Febiari)