Area Pencarian Korban Longsor Cisarua Diperluas

Proses evakuasi longsor di Sektor A2, Pasirlangu,Cisarua, Kabupaten Bandung Barat ANTARA/Ilham Nugraha

Area Pencarian Korban Longsor Cisarua Diperluas

Silvana Febiari • 1 February 2026 14:25

Bandung Barat: Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan memperluas cakupan area operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Operasi SAR hari kesembilan difokuskan pada sektor prioritas dengan tetap mengedepankan keselamatan personel dan pengendalian risiko longsor susulan.

“Seiring bertambahnya unsur SAR gabungan, area pencarian kami perluas dan seluruh sektor difokuskan agar seluruh area kerja dapat tercakup secara maksimal,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana, dikutip dari Antara, Minggu, 1 Februari 2026.

Pihaknya mencatat hingga hari ini, jumlah korban terdampak mencapai 158 jiwa, dengan 78 orang selamat. Sementara itu, 70 korban telah dievakuasi dalam kantong jenazah, dan 10 orang lainnya masih diduga tertimbun material longsoran.
 


Sebelum pelaksanaan pencarian, tim telah melakukan asesmen kondisi longsoran menggunakan drone UAV sejak pukul 06.00 WIB. Tujuannya untuk memetakan potensi bahaya, menentukan area kerja yang aman, serta menetapkan jalur evakuasi darurat.

“Apabila area dinyatakan aman berdasarkan asesmen safety officer, kami mengerahkan 22 ekor anjing pelacak K-9 untuk melakukan penelusuran titik-titik potensial keberadaan korban pada tiga sektor pencarian,” katanya.

Pencarian korban kemudian dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB dengan fokus pada tiga sektor operasi, yakni Sektor Alpha, Bravo, dan Charlie, menggunakan metode pencarian manual, teknikal, serta dukungan alat berat secara terkontrol dan berlapis sesuai kondisi medan.


Operasi pencarian korban longsor di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan 


Ia menyebut, operasi SAR gabungan mengerahkan 18 unit alat berat dari berbagai tipe, mulai dari PC 75 hingga PC 300. Alat-alat ini digunakan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi korban.

“Optimalisasi penggunaan alat berat disesuaikan dengan situasi lapangan dan hasil asesmen keselamatan, sehingga tetap efektif, namun tidak mengabaikan keamanan personel,” ujarnya.

Operasi SAR melibatkan 3.713 personel dari unsur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kementerian dan lembaga terkait, serta relawan.

Operasi ini akan terus dilaksanakan secara terukur dan terkoordinasi hingga seluruh korban yang masih diduga tertimbun dapat ditemukan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)