Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metrotvnews.com/Adinda Vinka.
Atasi Kemacetan Jakarta, Pramono Perluas Konektivitas Transportasi Publik
Cony Brilliana • 27 January 2026 16:07
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya menangani persoalan kemacetan di Ibu Kota. Salah satu langkah yang didorong adalah perluasan konektivitas transportasi publik hingga wilayah Jabodetabek.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut perluasan transportasi publik menjadi kunci menjawab persoalan kemacetan di Jakarta. Masyarakat juga akan memiliki alternatif perjalanan yang lebih aman dan efisien.
“Jadi persoalan kemacetan di Jakarta. Konektivitasnya kami perluas, menjadi TransJabodetabek. Termasuk kami sudah mengajukan untuk membuka dari blok M ke Airport,” ujar Pramono di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
Pramono menjelaskan kemacetan paling parah kerap terjadi pada jam-jam sibuk, seperti pagi dan sore hari, karena jutaan orang masuk dan keluar Jakarta secara bersamaan. Kondisi ini yang berpotensi memicu insiden darurat jika tidak ditangani secara sistematis.
Baca Juga:
Rute Transjabodetabek ke Bandara Soetta dan Jababeka Segera Diluncurkan |

Bus TransJabodetabek. Foto: Media Indonesia/Galih Pradipta
Selain memperluas rute, Pemprov DKI mendorong pemanfaatan transportasi publik yang saat ini dinilai sudah cukup terjangkau dan terintegrasi. Pemerintah berharap semakin banyak warga beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Pramono menilai tingkat konektivitas transportasi di Jakarta sudah relatif tinggi, sehingga perlu diimbangi dengan perubahan perilaku masyarakat agar kepadatan lalu lintas dapat ditekan.
“Padahal sekarang transportasi kita sudah cukup baik, cukup murah. Konektivitas di Jakarta sudah 92%. (Sebanyak) 15 golongan kita gratiskan. Tentunya sebagai pemerintah DKI Jakarta kami berharap orang semakin banyak memanfaatkan itu. Jadi itulah yang kami dorong," kata dia.
Sebelumnya, kemacetan Jakarta menjadi perhatian serius setelah adanya insiden warga meninggal dunia akibat terjebak macet di jalan tol. Peristiwa tersebut memunculkan kekhawatiran publik terkait keselamatan dan kesiapsiagaan penanganan lalu lintas di kondisi darurat.