Pemprov DKI Targetkan Pemutihan 2.000 Ijazah Siswa Kurang Mampu

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Dok. Antara.

Pemprov DKI Targetkan Pemutihan 2.000 Ijazah Siswa Kurang Mampu

Muhammad Alvi Randa • 5 May 2026 20:22

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen memutus rantai kemiskinan dengan menargetkan pembebasan atau pemutihan lebih dari 2.000 ijazah milik siswa dari keluarga tidak mampu pada semester pertama tahun 2026. Penahanan ijazah akibat tunggakan biaya dinilai menjadi penghambat utama bagi para lulusan untuk mengakses dunia kerja formal.

“Tahun lalu kami memutihkan 6.050 ijazah, mayoritas milik siswa dari keluarga tidak mampu. Semester pertama ini kami targetkan lebih dari 2.000 ijazah,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) di Jakarta Timur, Selasa, 5 Mei 2026.
 


Pramono menegaskan bahwa program penebusan ijazah ini merupakan langkah prioritas untuk menjamin masa depan generasi muda di ibu kota. Dengan memegang ijazah asli, diharapkan para lulusan dapat segera terserap oleh pasar tenaga kerja dan memperbaiki taraf ekonomi keluarga mereka.

“Kami ingin memutus rantai ketidakberuntungan dalam keluarga. Ini menjadi program prioritas,” tegas Pramono.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Dok. Metrotvnews.com.

Selain pemutihan ijazah, Pemprov DKI juga memperluas akses pendidikan dengan menggratiskan biaya di 103 sekolah swasta melalui subsidi sebesar Rp253 miliar. Langkah ini diambil di tengah tantangan rasio gini Jakarta yang masih tinggi, meski kota ini telah menempati peringkat ke-71 sebagai kota global. 

Pemerintah berharap kebijakan integratif ini mampu menekan ketimpangan ekonomi secara signifikan di masa mendatang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)