Israel mempertimbangkan pencabutan kewarganegaraan sutradara dokumenter NAZA, Yuval Abraham dan Rachel Szor. (Anadolu Agency)
Israel Pertimbangkan Cabut Kewarganegaraan Dua Sutradara Film Dokumenter NAZA
Willy Haryono • 23 September 2026 10:57
Tel Aviv: Otoritas Israel mulai mempertimbangkan pencabutan kewarganegaraan dua sutradara film dokumenter NAZA, setelah Menteri Kebudayaan dan Olahraga Miki Zohar meminta peninjauan terhadap status kewarganegaraan mereka.
Film NAZA disutradarai sineas peraih Oscar asal Israel, Yuval Abraham dan Rachel Szor. Dokumenter NAZA mengungkap dugaan tindakan yang dilakukan tentara Israel selama perang di Jalur Gaza berdasarkan kesaksian sejumlah prajurit Israel.
Mengutip Anadolu, Rabu, 23 September 2026, Direktur Jenderal Otoritas Kependudukan dan Imigrasi Israel Boaz Yosef mengatakan pihaknya tengah memeriksa permintaan tersebut.
Sumber di Otoritas Kependudukan dan Imigrasi Israel menyebut langkah tersebut masih sebatas “penilaian kelayakan hukum” dan belum ada keputusan untuk mencabut kewarganegaraan Abraham dan Szor.
Film tersebut menampilkan kesaksian dan informasi mengenai metode pengeboman serta operasi militer Israel di Jalur Gaza. Film itu juga menyoroti penggunaan teknologi pengawasan dan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi target yang dianggap mengancam.
Pada 12 September, NAZA meraih Special Jury Prize dalam Festival Film Venesia.
Judul NAZA merujuk pada akronim yang digunakan intelijen militer Israel untuk menyebut perkiraan jumlah warga sipil yang akan tewas dalam sebuah serangan udara.
Serangan Israel di Gaza sejak Oktober 2023 diketahui telah menewaskan lebih dari 73.000 orang dan melukai lebih dari 174.000 lainnya. Serangan tersebut juga menyebabkan kehancuran besar-besaran yang berdampak pada sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Lebih dari 200 Sineas Israel Dukung Film NAZA yang Ceritakan Serangan di Gaza