Lebih dari 200 Sineas Israel Dukung Film NAZA yang Ceritakan Serangan di Gaza

Kerusakan akibat serangan Israel di Jalur Gaza. (Anadolu Agency)

Lebih dari 200 Sineas Israel Dukung Film NAZA yang Ceritakan Serangan di Gaza

Muhammad Reyhansyah • 15 September 2026 13:11

Tel Aviv: Lebih dari 200 sineas Israel menandatangani petisi untuk mendukung pembuat film dokumenter NAZA yang mengangkat kesaksian sejumlah personel militer dan intelijen Israel mengenai operasi militer di Gaza

Para penandatangan petisi tersebut termasuk sutradara Ari Folman, Shlomi Elkabetz, Ran Tal, dan Michal Aviad.

“Peran utama seni dan jurnalisme adalah menjadi cermin bagi masyarakat tempat keduanya berada,” demikian isi petisi tersebut, dikutip dari Anadolu, Selasa, 15 September 2026.

Dukungan itu muncul di tengah kritik dan ancaman yang meningkat terhadap pembuat NAZA, Yuval Abraham dan Rachel Szor, setelah dokumenter tersebut meraih Penghargaan Juri Khusus di Festival Film Internasional Venesia ke-83.

Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel Miki Zohar menyebut karya keduanya sebagai tindakan “pengkhianatan” dan mengatakan akan berupaya mencabut kewarganegaraan mereka.

Namun, menteri kebudayaan tidak memiliki kewenangan untuk mencabut kewarganegaraan secara sepihak. Berdasarkan hukum Israel, langkah tersebut memerlukan proses hukum formal yang melibatkan menteri dalam negeri dan pengadilan.

NAZA, yang diproduksi surat kabar Inggris The Guardian dan JW Films, dibuat berdasarkan wawancara dengan 24 orang dalam militer dan intelijen Israel yang identitasnya dirahasiakan.

Para narasumber memberikan kesaksian mengenai pengawasan, pemilihan target, dan serangan militer di Gaza.

Judul film tersebut diambil dari singkatan militer dalam bahasa Ibrani untuk istilah “kerusakan tambahan” atau collateral damage, yang merujuk pada perkiraan jumlah warga sipil yang diperkirakan akan tewas dalam sebuah serangan.

Dalam film itu, para narasumber menggambarkan penggunaan kecerdasan buatan dan pengawasan massal untuk mengidentifikasi target, termasuk serangan yang disetujui meski korban sipil telah diperkirakan sebelumnya.

Abraham dan Szor mengatakan dokumenter tersebut berfokus pada kebijakan institusional, perintah, dan praktik operasional, bukan tindakan pelanggaran yang dilakukan secara terpisah oleh prajurit individu.

Militer Israel menolak tuduhan yang disampaikan dalam film tersebut dan mempertanyakan keandalan kesaksian dari sumber anonim karena identitas, pangkat, dan bidang tanggung jawab mereka tidak dapat diverifikasi.

Militer Israel juga membantah bahwa kecerdasan buatan menentukan target serangan, dengan mengatakan keputusan mengenai pemilihan dan otorisasi serangan dibuat oleh personel manusia sesuai dengan arahan militer.

Abraham dan Szor sebelumnya juga terlibat dalam pembuatan dokumenter pemenang Academy Award, No Other Land, bersama sineas Palestina Basel Adra dan Hamdan Ballal.

Baca juga: Netanyahu Ikut Kecam Film NAZA soal Serangan di Gaza, Kaitkan dengan Isu Pemilu

(Willy Haryono)