Netanyahu Ikut Kecam Film NAZA soal Serangan di Gaza, Kaitkan dengan Isu Pemilu

PM Israel Benjamin Netanyahu. (Anadolu Agency)

Netanyahu Ikut Kecam Film NAZA soal Serangan di Gaza, Kaitkan dengan Isu Pemilu

Willy Haryono • 15 September 2026 11:52

Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ikut mengecam film dokumenter NAZA yang menuduh Israel menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam operasi yang menewaskan warga sipil di Jalur Gaza.

Namun, dalam pernyataannya, Netanyahu kemudian mengalihkan kritik terhadap film tersebut untuk menyerang rival politiknya menjelang pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.

Dalam video berdurasi sekitar satu menit yang diunggah ke media sosial, Netanyahu mengatakan dirinya telah mendengar mengenai film tersebut, tetapi tidak memberikan indikasi bahwa ia telah menontonnya.

“Saya mendengarnya, dan itu mengejutkan,” kata Netanyahu, seperti dikutip dari TOI, Senin, 14 September 2026.

Ia mengatakan Israel sedang menghadapi apa yang disebutnya sebagai hasutan antisemitisme di berbagai belahan dunia.

“Kami memerangi hasutan antisemitisme di seluruh dunia, tetapi ketika itu datang dari dalam diri kita sendiri, hal itu tidak dapat ditoleransi,” ujarnya.

Film NAZA karya Yuval Abraham dan Rachel Szor sebelumnya meraih penghargaan di Festival Film Venesia. Film tersebut mengangkat dugaan penggunaan AI oleh militer Israel dalam serangan terhadap warga sipil di Gaza. Film itu belum beredar secara luas.

Netanyahu Serang Rival Politik

Setelah mengecam film tersebut, Netanyahu kemudian menyinggung sejumlah pernyataan dan tindakan rival politiknya yang menurutnya memiliki karakter serupa dengan “hasutan” terhadap Israel.

Salah satu tokoh yang disinggung adalah Yair Golan, ketua partai sayap kiri Democrats.

Golan menjadi sorotan tahun lalu setelah mengatakan bahwa negara yang waras tidak seharusnya berperang melawan warga sipil, membunuh bayi, atau menjadikan pengusiran penduduk sebagai tujuan.

Netanyahu juga berupaya mengaitkan Golan dengan kandidat sentris Gadi Eisenkot, rival utamanya dalam pemilu mendatang. Ia menyoroti kesepakatan pembagian suara yang baru-baru ini ditandatangani partai Eisenkot dan Golan.

Namun, Eisenkot sendiri sehari sebelumnya justru mengecam NAZA. Ia menyebut film tersebut menyajikan “gambaran terdistorsi dan sepihak” serta merugikan Israel.

Eisenkot merupakan mantan kepala staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), sementara Golan pernah menjabat sebagai wakil kepala staf IDF.

IDF Bantah Klaim NAZA

IDF juga telah menolak klaim yang disampaikan dalam film tersebut.

Militer Israel mengatakan pejabat seniornya belum menonton film NAZA. Namun, IDF secara khusus membantah klaim yang muncul dalam materi promosi film mengenai rencana serangan di Gaza yang diperkirakan dapat menyebabkan 500 warga sipil tewas.

IDF mengatakan tidak pernah merencanakan, menyetujui, maupun melaksanakan serangan di Gaza dengan perkiraan korban sipil hingga mencapai angka tersebut.

Militer Israel juga mempertanyakan dasar bukti yang digunakan pembuat film untuk menyampaikan klaim tersebut.

Kontroversi NAZA kini berkembang dari persoalan dokumenter mengenai perang Gaza menjadi isu politik domestik Israel, terutama menjelang pemilu yang akan digelar bulan depan.

Baca juga: Film NAZA soal Dugaan Penggunaan AI dalam Serangan di Gaza Picu Kecaman Israel

(Willy Haryono)