Angkutan petikemas KAI. Foto: dok KAI Logistik.
Manfaatkan Energi Terbarukan, KAI Hemat Energi 15,39% Sepanjang 2025
Husen Miftahudin • 24 September 2026 10:51
Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI menekan konsumsi energi sebesar 15,39 persen sepanjang 2025. Berdasarkan Laporan Keberlanjutan KAI 2025, total konsumsi energi turun dari 11.945.467 gigajoule (GJ) pada 2024 menjadi 10.107.302 GJ pada 2025.
Dengan demikian, KAI menghemat penggunaan energi sebesar 1.838.165 GJ dalam satu tahun. Penurunan konsumsi energi terjadi ketika perusahaan melayani lebih dari 503 juta pelanggan dan mengangkut 69,57 juta ton barang sepanjang 2025.
Melansir situs resmi PT KAI, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan gigajoule digunakan sebagai satuan untuk menghitung berbagai jenis energi yang digunakan perusahaan.
Sumber energi tersebut meliputi listrik PLN, panel surya, bensin, solar, dan biosolar. Seluruh sumber energi kemudian dikonversi ke dalam gigajoule agar dapat dihitung dan dibandingkan dari tahun ke tahun.
Metode tersebut mengacu pada standar pelaporan keberlanjutan Global Reporting Initiative (GRI). Dalam perhitungannya, satu liter bensin setara dengan 0,0342 GJ, sedangkan satu liter solar atau biosolar setara dengan 0,0379 GJ. Sementara itu, satu kilowatt hour (kWh) listrik setara dengan 0,0036 GJ.
Dengan demikian, KAI menghemat penggunaan energi sebesar 1.838.165 GJ dalam satu tahun. Penurunan konsumsi energi terjadi ketika perusahaan melayani lebih dari 503 juta pelanggan dan mengangkut 69,57 juta ton barang sepanjang 2025.
Melansir situs resmi PT KAI, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan gigajoule digunakan sebagai satuan untuk menghitung berbagai jenis energi yang digunakan perusahaan.
Sumber energi tersebut meliputi listrik PLN, panel surya, bensin, solar, dan biosolar. Seluruh sumber energi kemudian dikonversi ke dalam gigajoule agar dapat dihitung dan dibandingkan dari tahun ke tahun.
Metode tersebut mengacu pada standar pelaporan keberlanjutan Global Reporting Initiative (GRI). Dalam perhitungannya, satu liter bensin setara dengan 0,0342 GJ, sedangkan satu liter solar atau biosolar setara dengan 0,0379 GJ. Sementara itu, satu kilowatt hour (kWh) listrik setara dengan 0,0036 GJ.
Efisiensi energi meningkat
Penurunan konsumsi juga terjadi pada intensitas energi yang digunakan untuk melayani penumpang. Kebutuhan energi rata-rata turun dari 0,0263 GJ per pelanggan pada 2024 menjadi 0,0205 GJ pada 2025.
Dengan demikian, penggunaan energi untuk melayani setiap pelanggan menjadi 22,05 persen lebih hemat dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka tersebut diperoleh dengan membagi seluruh energi yang digunakan KAI selama satu tahun dengan jumlah pelanggan yang dilayani. Semakin rendah angkanya, semakin efisien energi yang digunakan untuk memberikan layanan.
Efisiensi juga tercatat pada layanan angkutan barang. Intensitas energi turun dari 0,1726 GJ menjadi 0,1453 GJ untuk setiap ton barang atau lebih hemat 15,82 persen.
Sementara itu, intensitas energi terhadap pendapatan turun dari 0,3308 GJ per Rp1 miliar menjadi 0,2826 GJ atau membaik sebesar 14,57 persen.
(Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com)
Manfaatkan energi terbarukan
Upaya efisiensi turut dilakukan melalui pemanfaatan energi terbarukan. KAI telah mengoperasikan 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 92 lokasi dengan kapasitas mencapai 4.430,65 kilowatt peak (kWp).
PLTS tersebut tersebar di 62 stasiun, 10 balai yasa, 10 kantor, enam griya karya, tiga depo, dan satu record center. Pengoperasiannya diperkirakan dapat menekan emisi lebih dari 5.000 ton karbon dioksida setiap tahun.
Energi dari panel surya digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional, seperti penerangan, ruang pelayanan pelanggan, peralatan elektronik, kantor, dan fasilitas pendukung lainnya.
Selain itu, KAI mulai menguji penggunaan bahan bakar biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026. Pengujian dilakukan selama tiga bulan untuk melihat pengaruhnya terhadap performa mesin, konsumsi bahan bakar, sistem penyaringan, kebutuhan perawatan, serta keandalan sarana. (Selsha Septifanie Gunawan)