Drone Hantam Fasilitas Bahan Bakar, Operasional Bandara Internasional Dubai Lumpuh

Bandara Internasional Dubai terpaksa ditutup akibat serangan drone. Foto: WAM

Drone Hantam Fasilitas Bahan Bakar, Operasional Bandara Internasional Dubai Lumpuh

Fajar Nugraha • 16 March 2026 09:56

Dubai: Otoritas penerbangan sipil Uni Emirat Arab (UEA) menangguhkan sementara seluruh aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Dubai pada Senin, 16 Maret 2026.

Langkah darurat ini diambil setelah serangan drone memicu kebakaran pada salah satu tangki bahan bakar di sekitar area bandara.

"Otoritas Penerbangan Sipil Dubai mengumumkan penghentian sementara penerbangan di Bandara Internasional Dubai sebagai tindakan pencegahan guna menjamin keselamatan seluruh penumpang dan staf," demikian pernyataan resmi Kantor Media Dubai di X, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Tim pertahanan sipil dilaporkan telah berhasil memadamkan api yang bersumber dari hantaman proyektil tersebut. Hingga berita ini diturunkan, otoritas setempat menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut. Maskapai Emirates juga telah mengonfirmasi penangguhan jadwal penerbangan dari dan menuju Dubai.

Negara-negara Arab di kawasan Teluk terus menghadapi ancaman serius sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu. Tercatat lebih dari 2.000 serangan rudal dan drone telah diluncurkan, menyasar pangkalan militer AS hingga infrastruktur sipil yang krusial.

Uni Emirat Arab menjadi negara yang paling terdampak dari rangkaian serangan tersebut. Berdasarkan data otoritas keamanan, Iran telah meluncurkan lebih dari 1.800 rudal ke wilayah UEA.

Sebelumnya, pada Rabu lalu, hantaman dua drone di dekat bandara melukai empat orang. Total enam kematian telah dilaporkan sejak perang dimulai. Serangan tidak hanya menyasar kilang minyak, tetapi juga pelabuhan, hotel, serta gedung perkantoran di pusat keuangan Dubai.

Penangguhan operasional di Bandara Internasional Dubai, yang merupakan salah satu bandara tersibuk di dunia, telah mengacaukan rencana perjalanan internasional dan mengganggu arus logistik di Timur Tengah. Meskipun sistem pertahanan udara UEA berhasil mencegat mayoritas proyektil, intensitas serangan yang terus meningkat tetap menimbulkan risiko tinggi bagi penerbangan sipil.

Uni Emirat Arab bersama negara-negara Teluk lainnya secara resmi mengecam agresi Iran dan menyerukan perlindungan kedaulatan wilayah. Saat ini, tim keamanan masih melakukan inspeksi menyeluruh di area bandara sebelum memutuskan untuk membuka kembali jalur penerbangan.

(Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)