Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Sebut Israel Langgar Kesepakatan dengan AS

Aktivitas kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Sebut Israel Langgar Kesepakatan dengan AS

Willy Haryono • 20 June 2026 20:48

Teheran: Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk lalu lintas kapal sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon selatan yang menurut Teheran merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah dicapai dengan Amerika Serikat.

Pengumuman tersebut disampaikan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer pusat Iran, melalui pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah pada Sabtu, 20 Huni 2026.

“Dengan ini diumumkan bahwa Selat Hormuz ditutup untuk lalu lintas kapal. Langkah pertama ini merupakan respons terhadap pelanggaran janji oleh pihak musuh," ujar pihak komando, seperti dikutip dari Al Jazeera.

"Jika agresi terus berlanjut, langkah-langkah lebih lanjut akan direncanakan dan diambil untuk memaksa pihak musuh mematuhi kewajibannya,” demikian pernyataan tersebut," sambungnya.

Iran menilai serangan Israel ke Lebanon selatan telah melanggar komitmen yang menjadi bagian dari kesepahaman yang sebelumnya dicapai antara Teheran dan Washington.

Pengumuman itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah serangan Israel di Lebanon yang terjadi meski gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah telah diumumkan sebelumnya.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab tersebut menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas alam dari negara-negara produsen energi di Timur Tengah ke pasar internasional.

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat telah menyepakati nota kesepahaman (MoU) yang membuka jalan bagi perundingan lebih lanjut mengenai program nuklir Iran, pelonggaran sanksi, serta berbagai isu keamanan regional. 

Namun perkembangan terbaru di Lebanon memunculkan kekhawatiran bahwa proses diplomatik yang sedang berlangsung dapat menghadapi hambatan baru jika ketegangan di kawasan terus meningkat.

Baca juga:  Delegasi AS dan Iran Akan Bertemu di Swiss untuk Diskusikan Kesepakatan Permanen

(Willy Haryono)