Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn dalam briefing hasil AMM ke-59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026. (Metrotvnews.com)
ASEAN Kaji Usulan Tiongkok Jadikan 2027 sebagai Tahun Kerja Sama AI
Muhammad Reyhansyah • 28 July 2026 15:23
Jakarta: Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mengatakan ASEAN mencatat usulan Tiongkok untuk menetapkan 2027 sebagai Tahun Kerja Sama Artificial Intelligence (AI) ASEAN-Tiongkok, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan kedua pihak di bidang teknologi digital dan inovasi.
Usulan tersebut mengemuka dalam rangkaian Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-59 dan berbagai pertemuan terkait di Manila, Filipina. Inisiatif itu juga menjadi bagian dari peringatan 35 tahun hubungan ASEAN-Tiongkok serta lima tahun Kemitraan Strategis Komprehensif (CSP) kedua pihak.
"ASEAN mencatat usulan Tiongkok untuk menetapkan 2027 sebagai ASEAN-China Year of AI Cooperation," kata Kao dalam briefing hasil AMM ke-59 di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Selain usulan tersebut, Kao mengatakan pertemuan juga menyambut pembentukan ASEAN-China AI Industry Innovation Center dan menantikan pembentukan ASEAN-China Digital Platform sebagai sarana memperkuat kolaborasi di bidang ekonomi digital dan kecerdasan buatan.
"Pertemuan juga menyambut pembentukan ASEAN-China AI Industry Innovation Center dan menantikan pembentukan ASEAN-China Digital Platform," ujarnya.
Kao menjelaskan kerja sama ASEAN dan Tiongkok di bidang AI merupakan bagian dari agenda yang lebih luas untuk memperdalam kolaborasi di sektor-sektor strategis. Selain transformasi digital, kedua pihak juga akan memperkuat kerja sama di bidang ekonomi hijau, pertanian, ketahanan pangan, perlindungan lingkungan, kesehatan masyarakat, energi bersih, inovasi, serta hubungan antarmasyarakat.
Perkuat Kemitraan Strategis
Dalam bidang ekonomi, ASEAN dan Tiongkok kembali menegaskan komitmen untuk mengimplementasikan ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) 3.0 Upgrade Protocol yang telah ditandatangani, sekaligus mengoptimalkan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) guna memperkuat integrasi ekonomi kawasan."Kami juga menyambut penandatanganan ASEAN-China Free Trade Area 3.0 Upgrade Protocol dan menegaskan pentingnya implementasi penuh RCEP," kata Kao.
Pada sektor keamanan, Kao mengatakan ASEAN dan Tiongkok kembali menegaskan pentingnya implementasi penuh Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC) serta melanjutkan perundingan Code of Conduct (CoC) yang efektif, substantif, dan sesuai hukum internasional di Laut China Selatan.
Selain itu, kedua pihak turut mengadopsi Joint Statement on Addressing the Regional Impact of Developments in the Middle East and Strengthening Regional Energy Cooperation yang menegaskan komitmen ASEAN dan Tiongkok untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi dampak konflik di Timur Tengah terhadap stabilitas kawasan dan ketahanan energi.
Baca juga: Menlu Sugiono Ajak ASEAN-Tiongkok Perkuat Ketahanan Kawasan Lewat Kerja Sama Ekonomi