Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto. Foto: ANTARA/Azhfar Muhammad.
Universitas Republik Indonesia Fokus Pendidikan STEM
Fachri Audhia Hafiez • 23 July 2026 14:08
Jakarta: Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto mengungkapkan fokus Universitas Republik Indonesia (URI). Fasilitas pendidikan ini memperkuat pengetahuan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
"Fokus mengedepankan universitas yang berbasis pada STEM, Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Ya dengan demikian, bangsa ini akan menguasai teknologi sendiri," kata Aris di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 23 Juli 2026.
Aris menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada pembentukan generasi unggul. Meski Indonesia kaya akan sumber daya alam (SDA), peningkatan kapasitas SDM tetap menjadi prioritas agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar bagi negara lain.
Ia menambahkan, hal ini juga telah didiskusikan bersama sekitar 20 rektor perguruan tinggi negeri. Diskusi ini untuk merumuskan langkah konkret memajukan teknologi nasional.
Selain bidang STEM, URI juga dipastikan membuka berbagai program studi lain, khususnya di bidang kesehatan dan kedokteran. Langkah ini diambil untuk mengejar ketertinggalan rasio dokter nasional yang masih jauh di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Salah satunya fokusnya ke situ (STEM), tetapi prodi-prodi yang lain tentunya juga akan banyak. Misalnya kesehatan, kedokteran," ujar Aris.

Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Donny Ermawan Taufanto (kanan) memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.
Ia menjelaskan standar ideal WHO menetapkan rasio satu dokter per 1.000 penduduk. Sementara itu, rasio dokter di Indonesia saat ini diperkirakan baru mencapai 0,47 per 1.000 penduduk di wilayah perkotaan dan 0,27 per 1.000 penduduk di area pedesaan.
"Ya ini sangat kurang sekali. Oke ya, nanti kita selesaikan," kata Aris.
Terkait mekanisme perekrutan mahasiswa maupun teknis penyelenggaraan URI secara mendalam, Aris menyebut penjelasan detailnya akan disampaikan langsung oleh Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto.