Indonesia Bersama Tujuh Negara Kecam Kekerasan Israel terhadap Relawan GSF

Global Sumud Flotilla mencoba menembus blokade Israel menuju Jalur Gaza. (Anadolu Agency)

Indonesia Bersama Tujuh Negara Kecam Kekerasan Israel terhadap Relawan GSF

Willy Haryono • 25 May 2026 10:46

Jakarta: Menteri Luar Negeri Sugiono bersama Menlu Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab mengecam keras tindakan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir terhadap peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang ditahan otoritas Israel dalam perjalanan mereka ke Jalur Gaza.

Dalam pernyataan bersama yang diunggah Kementerian Luar Negeri RI di platform media sosial X, Senin, 25 Mei 2026, para menlu menyebut tindakan Ben-Gvir sebagai aksi “memalukan, merendahkan, dan tidak dapat diterima.”

"Tindakan penghinaan terbuka terhadap para tahanan merupakan pelanggaran terhadap martabat manusia dan kewajiban Israel berdasarkan hukum internasional," ujar pernyataan bersama para menlu.

Mereka menyebut tindakan tersebut melanggar hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia internasional.

Selain itu, para menteri juga "mengecam keras tindakan provokasi, hasutan, dan kekerasan yang dilakukan Ben-Gvir serta sejumlah pejabat Israel lainnya terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan."

Masih dalam pernyataan bersama, para menteri memperingatkan bahwa tindakan provokatif Ben-Gvir terhadap relawan GSF dapat memicu kebencian dan ekstremisme serta menghambat upaya mewujudkan perdamaian adil dan berkelanjutan berdasarkan Solusi Dua Negara.

Para menlu mendesak adanya pertanggungjawaban atas tindakan Ben-Gvir dan meminta langkah konkret untuk menghentikan provokasi, hasutan, serta pelanggaran yang berulang.

Selain itu, para menlu juga menekankan "pentingnya perlindungan hak asasi manusia, perlakuan manusiawi terhadap para tahanan, serta penghormatan penuh terhadap hukum internasional di wilayah Palestina yang diduduki."

Baca juga:  WNI Relawan GSF Mengaku Disetrum dan Diinjak di 'Bilik Eksekusi' Israel

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)