Ilustrasi mikrotrans. Foto: dok Humas TransJakarta.
Pemprov DKI-Baznas Buka Lowongan 1.000 Pramudi Mikrotrans, Simak Syaratnya
Husen Miftahudin • 25 April 2026 19:45
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis DKI membuka lowongan kerja. Kuota yang dibuka sebanyak 1.000 kandidat menggarap posisi Pramudi Mikrotrans berdaya tahap kedua.
"Program 1.000 Pramudi Mikrotrans Berdaya Tahap 2 ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menghadirkan ruang pemberdayaan yang lebih luas bagi masyarakat," kata Kepala Bidang Pengumpulan BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Sholih, dikutip laman Baznas, Sabtu, 25 April 2026.
Calon peserta akan diberikan pelatihan, pembinaan, serta mengikuti proses seleksi sebelum bergabung sebagai pramudi Mikrotrans. Sholih menjamin pelatihan ini dilakukan secara komprehensif.
"Para peserta yang terpilih tidak hanya siap secara teknis dalam mengemudi, tetapi juga memiliki disiplin, tanggung jawab, serta etos kerja yang tinggi sebagai bagian dari layanan transportasi publik," jelas dia.
| Baca juga: Pemprov DKI Rekrut 1.000 Pramudi Mikrotrans |

(Mikrotrans. Foto: Antara)
Syarat ketentuan
Kandidat dapat memastikan kualifikasi yang diberikan sebagai syarat sah utama lowongan, yaitu:
- Pria atau wanita berusia 22–45 tahun.
- Memiliki KTP DKI Jakarta.
- Pendidikan minimal Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.
- Memiliki Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
- Aktif menggunakan kendaraan roda empat (transmisi manual) dalam 1 tahun terakhir.
- Memiliki SIM A aktif atau yang lebih tinggi.
- Peserta yang lulus berdasarkan kualifikasi dan penilaian bersedia ditempatkan sebagai operator bus kecil (mikrotrans) di ekosistem Transjakarta.
- Wajib mengikuti seluruh rangkaian seleksi dan pelatihan yang ditetapkan
Pendaftaran ini hanya dapat dikunjungi melalui laman s.id/pramudibasi2 dan tidak dipungut biaya alias gratis. Diharap calon peserta dapat memenuhi dokumen yang diminta sebagai tahapan seleksi awal.
Pemprov DKI berharap, program ini bisa melibatkan masyarakat untuk turut aktif dalam sistem transportasi publik, serta mendukung terwujudnya layanan transportasi yang profesional, modern. (Adrian Bachtiar)