77 Anak Telantar di Jakarta Lanjutkan Pendidikan lewat Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Foto: Antara

77 Anak Telantar di Jakarta Lanjutkan Pendidikan lewat Sekolah Rakyat

M Sholahadhin Azhar • 22 April 2026 17:38

Jakarta: Kementerian Sosial mendaftarkan 77 anak telantar dan putus sekolah di wilayah Jakarta dan sekitarnya, ke Sekolah Rakyat. Sehingga, dapat melanjutkan pendidikan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan program tersebut merupakan atensi khusus Presiden Prabowo Subianto. Terutama, untuk memberikan kesempatan pendidikan berkualitas bagi keluarga yang tidak mampu.

"Kami ingin memberikan perhatian khusus kepada keluarga yang tidak mampu untuk bisa memperoleh kesempatan pendidikan dengan lingkungan berkualitas melalui Sekolah Rakyat ini," kata Saifullah dikutip dari Antara, Rabu, 22 April 2026.

Hal itu diungkap Mensos, saat dialog bersama calon siswa Sekolah Rakyat bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di kompleks Kantor LAN Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Sosial menghadirkan 77 calon siswa yang memiliki latar belakang pendidikan beragam, mulai dari putus sekolah di tingkat SD, lulus SMP namun tidak lanjut ke SMA, hingga mereka yang putus sekolah di tengah jenjang SMA.
 


"Ada yang hanya lulus kelas 5 SD, ada yang putus di kelas 1 SMP. Mereka didampingi orang tua kandung maupun pendamping bagi anak yang yatim piatu," ujarnya.

Saifullah menjelaskan bahwa para calon siswa itu didapatkan melalui penyisiran langsung di lapangan kemudian dipadankan ke dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sebagian besar mereka merupakan anak usia sekolah yang justru bekerja atau mengemis.

Puluhan anak-anak tersebut nantinya akan menjadi siswa Sekolah Rakyat yang memanfaatkan gedung Fasilitas Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Jakarta Pusat.

"Pak Presiden mengajak kita untuk jujur bahwa masih ada saudara kita yang belum bisa sekolah. Mari kita sambut kejujuran ini dengan semangat mensukseskan Sekolah Rakyat agar lulusannya nanti menjadi pemimpin di masa depan," kata dia.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).


Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Foto: Antara

Program ini dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu karena memadukan berbagai program unggulan pemerintah seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan PBI-JK, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta Program 3 Juta Rumah bagi keluarga siswa penerima manfaat.

Kementerian Sosial sebagai penyelenggara teknis melaporkan saat ini sudah sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat Rintisan yang tersebar di 38 provinsi, dengan kapasitas 15.900 siswa, didukung oleh 2.400 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan di jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.

Selanjutnya ada 101 Sekolah Rakyat permanen yang dibangun pemerintah tahun ini. Proyek itu menjadi bagian dari target besar pemerintah untuk membangun total 500 Sekolah Rakyat permanen hingga tahun 2029.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)